Semen Padang Kecewa Kepemimpinan Wasit  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemain Persija Jakarta, melakukan ujicoba lapangan jelang pertandingan lanjutan Liga Prima Indonesia (LPI) di Stadion Manahan, Solo, Jumat (6/1). ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    Sejumlah pemain Persija Jakarta, melakukan ujicoba lapangan jelang pertandingan lanjutan Liga Prima Indonesia (LPI) di Stadion Manahan, Solo, Jumat (6/1). ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

    TEMPO.CO, Jakarta - Dua tim yang berlaga di Liga Prima Indonesia 2012, Semen Padang dan Persija Jakarta, menyatakan kecewa dengan keputusan wasit dalam lanjutan kompetisi tersebut. Manajer Tim Semen Padang, Asdian, menganggap beberapa keputusan wasit memicu panasnya pertandingan antara kedua kesebelasan.

    "Kami prihatin dengan SDM wasit di Indonesia saat ini. PSSI harus membenahi ini," kata Asdia di Stadion Agus Salim, Padang, Senin, 12 Maret 2012. Asdian menilai, sepanjang pertandingan, banyak keputusan wasit yang meragukan, dari mengeluarkan kartu, hingga dua kali menganulir gol. "Wasit ragu-ragu mengambil keputusan," ujarnya.

    Permasalahan wasit ini, kata Asdian, menjadi salah satu polemik persepakbolaan Indonesia. Banyak wasit tak memiliki intelejensi dalam memimpin pertandingan. "Ini disebabkan banyak wasit-wasit tua," ujarnya.

    Seharusnya ini menjadi perhatian khusus bagi PSSI untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) wasit di Indonesia. "Jangan lagi pakai wasit tua," kata dia. "Seharusnya PSSI bangun SDM wasit yang memiliki intelejensi bagus. Jika perlu, syarat wasit harus sarjana."

    Namun hal ini, menurut Asdian, susah diterapkan karena masuknya arus politik dalam persepakbolaan Indonesia. Jadi orang yang serius mengelola olahraga ini ternodai. "Kami berada pada lingkaran setan," kata dia. "Sehingga ini hancur karena kepentingan golongan."

    Walaupun dirugikan wasit, Asdian mengaku tidak akan melakukan protes atau banding kepada PSSI. “Tidak akan ada hasilnya. Percuma protes. Karena bukan sekali ini saja kita dirugikan,” ujarnya.

    Pelatih Semen Padang, Nil Maizar, tidak mau berkomentar banyak terkait kepemimpinan wasit. "Tadi, setelah pertandingan usai, saya bertemu kapten Persija Danilo Fernando. Ia mengatakan wasit sangat parah," ujarnya kesal.

    Pelatih Persija Jakarta, Toyo Haryono, juga mengecam kepemimpinan wasit Suprapto dalam laga tersebut. "Tidak pantas dia menjadi wasit di LPI," ujarnya saat bertemu wartawan seusai pertandingan Semen Padang dengan Persija Jakarta yang berakhir 1-1.

    Akibat keputusan salah yang sering diambil wasit, pemain terbawa emosi. Menurut Toyo, hal inilah yang memicu pertandingan memanas. "Tak pantas wasit mengeluarkan banyak kartu dalam pertandingan semalam. Apalagi kartu merah untuk Emanuel De Poras," ujarnya.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.