Memburu Kantata di Old Trafford  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketut Alit Pashya di Stadion Manchester United Old Trafford (Facebook.com)

    Ketut Alit Pashya di Stadion Manchester United Old Trafford (Facebook.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Magnet kuat itu bernama Old Trafford. Setiap tahun, jutaan orang datang ke stadion milik klub terkaya sedunia itu, Manchester United. Bahkan, Archibald Leitch, arsitek pembuat stadion itu, tergetar saat melihat hasil karyanya sendiri. Dia menggambarkan karyanya lebih tampan dari seribu lelaki. "Ini yang paling tampan. Ini arena yang paling dikenang dan tiada bandingannya di seluruh dunia," kata Leitch saat meresmikan stadion itu 102 tahun lalu.

    Magnet Old Trafford pula yang menarik Ketut Alit Pasha untuk datang. Dia penggemar sejati klub itu. Setiap tayangan pertandingan Setan Merah nyaris tak terlewatkan. Saking cintanya, bahkan dia juga memilih kartu kredit yang dikeluarkan oleh Bank Danamon, yang menggandeng Manchester United. Dia berharap, dengan memiliki kartu itu, dia bisa bertemu langsung dengan para pemain idolanya.

    Kata orang, keberuntungan tidak datang dua kali. Bagi Ketut, itu memang benar. Sebab keberuntungan mendatangi karyawan PT Perusahaan Listrik Negara itu tiga kali berturut-turut. Semua di luar dugaannya.

    Keberuntungan pertama mendatangi Ketut saat dia memiliki kartu kredit Danamon-Manchester United. Dia mendapatkan banyak tawaran diskon dari program "Red Hot Deal" dari kartu kredit Danamon-Manchester United. Ini mungkin keberuntungan kecil.

    Keberuntungan kedua, saat dia memenangi undian kartu kredit Danamon-Manchester United untuk terbang ke Old Trafford, menonton duel sengit Manchester United melawan Manchester City. Bagi seorang pencinta MU, ini nasib baik tiada tara. Pergi ke Old Trafford itu seperti surga tertinggi bagi fans MU. Tak banyak orang Indonesia yang bisa menyaksikan pertandingan langsung klub itu, merasakan aura pertandingan yang menegangkan. Ketut nyaris tak percaya, sampai akhirnya dia benar-benar disambut udara musim gugur Kota Manchester. Itu terjadi Oktober tahun 2011.

    Di kota itulah keberuntungan ketiga terjadi. Kemujuran itu muncul di depan mata saat dia diajak mengunjungi markas latihan Manchester United di Carrington. Di tengah udara yang bisa membuat tulang terasa linu, Ketut bisa berfoto dengan 18 pemain inti asuhan Manajer MU Sir Alex Ferguson, seperti Wayne Rooney, bek Rio Ferdinand, Patrice Evra, dan gelandang asal Korea Selatan yang sangat ramah, Park Ji Sung.

    Itu momen yang membuat hatinya seperti meledak. Ketut berfoto bersama mereka dan para pemenang Danamon-Manchester United lainnya, yakni Yongki Kurnia dan David Paulus. "Saya mengunjungi Carrington," kata Ketut, seperti ditulis di laman Facebook-nya.

    Peristiwa lainnya yang menggetarkan hati Ketut adalah saat dia diajak tur mengelilingi Old Trafford. Arena itu terasa punya wibawa yang kuat. Atmosfer kemenangan seperti ada di mana-mana. Klub-klub rival MU menyebut stadion itu angker. Sebab sulit mengalahkan Setan Merah di kandangnya sendiri. Alex Ferguson menyebut stadion itu Theatre of Dreams atau Teater Impian. Sebutan itu terbukti melambungkan impian MU menjadi salah satu klub paling disegani di dunia.

    Ketut terkesima dengan stadion megah itu. Wow. Dia melihat deretan kursi-kursi penonton bercat merah. Di stadion berdaya tampung 75 ribu penonton ini, MU telah menuliskan banyak sejarah. Klub ini menjadi satu-satunya klub Inggris yang menjadi juara English Premiere League sebanyak 19 kali. MU juga menjadi klub Inggris pertama yang mencatat rekor treble, tiga juara sekaligus dalam satu musim: juara English Premiere League, Liga Champions, dan Piala FA pada 1989-1990.

    Sore itu, Ketut juga menyaksikan pertandingan sengit MU melawan Manchester City. Dia deg-degan saat tim kesayangannya akhirnya kalah. "Manchester City mengalahkan MU 6-1 saat itu," katanya dengan nada sedih.

    Kekalahan telak pada Oktober 2011 itu tak membuat MU terpuruk. Pada April 2012, MU berhasil membalik keadaan. Mereka menggeser posisi Manchester City dari puncak klasemen English Premiere League. Manchester City tertinggal 5 poin dari MU. Benar kata mantan penyerang MU, Dwight Yorke. "MU punya mental juara. Manchester City tak punya hal seperti itu," kata Yorke di Jakarta, saat peluncuran kartu debit Danamon-Manchester United dari Bank Danamon.

    ***

    Ketut beruntung bisa datang langsung ke markas MU. Jutaan orang di Indonesia bermimpi bisa terbang ke Old Trafford. Indonesia memang salah satu kantong terbesar penggemar MU di Asia. Menurut IndoManUtd, sebuah komunitas penggemar MU, diperkirakan ada 30 juta penggemar MU di negeri ini dan ada tiga juta penggemar MU di Facebook asal Indonesia. Bahkan banyak artis yang menjadi penggemar klub ini, seperti Olla Ramlan, penyanyi Raisa, atau foto model Nikita Mirzani.

    Para penggemar MU itu rela melakukan kegilaan untuk merasakan suasana Old Trafford. Ada yang sudi membayar puluhan juta rupiah untuk terbang ke sana. Seorang mantan penasihat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah salah satu penggemar itu. Dia kerap menghabiskan akhir pekan ke Manchester untuk menyaksikan klub itu.

    Selain dia, tiap tahun juga ada rombongan orang-orang asal Indonesia yang datang ke klub sepak bola yang sudah berusia 134 tahun itu. Orang-orang ini mudah dikenali dari para turis lainnya karena berwajah Indonesia dan selalu memakai kaus MU ke mana-mana. Di kalangan penggemar MU, orang-orang ini secara bercanda biasa dijuluki "jemaah haji Old Trafford".

    "Banyak jalan menuju ke Old Trafford," kata Deddy Avianto. Penggemar MU sejati asal Jakarta itu telah membuktikannya. Berkat kegilaannya pada MU, dia bisa terbang ke Old Trafford gratis. Awalnya, dia iseng membuat kompetisi membuat aplikasi BlackBerry bertema MU. Rupanya, kompetisi itu dibanjiri penggemar. Ada 200 orang yang mengikuti lomba itu.

    “Kami sempat kesulitan dalam menyeleksi karena semua hasil karya desain sangat kreatif, unik, dan menarik," kata Ketua ID Berry Indonesia, komunitas pengguna BlackBerry Indonesia. Berkat kompetisi ini pula, Deddy akhirnya mendapat hadiah terbang ke Manchester dari satu operator telekomunikasi seluler di Indonesia.

    Saat tiba di stadion yang sempat hancur karena Perang Dunia II pada 1945, Deddy terkesima. Stadion terbesar milik klub Inggris itu dikelilingi warna serba merah. Dia juga sempat diajak duduk di kursi di tepi lapangan yang khusus untuk Sir Alex saat menyaksikan anak asuhnya bertanding. Seperti ada aura untuk menjadi jawara di sana.

    "Di klub ini, Anda harus menang. Menjadi nomor dua saja tak cukup hebat." Begitu kata-kata Alex Ferguson yang tertulis di Old Trafford.

    Saat pertandingan dimulai, kemeriahan suasana Old Trafford semakin kental terasa. Sepanjang pertandingan, puluhan ribu suporter bertepuk tangan, meneriakkan yel-yel, dan melantunkan kantata atau kemenangan milik MU: "Glory Glory Man United...!" Nyanyian itu bergemuruh.

    Benar kata Dimitar Berbatov, penyerang MU. "MU itu seperti Beatles," ujar pemain asal Bulgaria itu. Klub itu menghipnotis jutaan orang di seluruh dunia. Jutaan orang memburu kantata itu di Old Trafford.

    BURHAN SHOLIHIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.