Persipura Keberatan Serahkan Pemainnya ke Timnas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Persipura Jayapura saat akan menjamu tim tamunya Persela Lamongan dalam laga lanjutan ISL 2011-2012 di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, Jumat sore, 13 April 2012.  FOTO: Tempo/CUNDING LEVI

    Tim Persipura Jayapura saat akan menjamu tim tamunya Persela Lamongan dalam laga lanjutan ISL 2011-2012 di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, Jumat sore, 13 April 2012. FOTO: Tempo/CUNDING LEVI

    TEMPO.CO, Jayapura – Persipura Jayapura keberatan menyerahkan pemainnya untuk memperkuat skuad Tim Nasional Indonesia. Sekretaris Umum Persipura Thamrin Sagala mengatakan pelibatan pemain inti Mutiara Hitam di timnas berbenturan dengan jadwal laga Liga Super Indonesia (LSI).

    "Kita siap saja memberi pemain kita, ini juga demi nama bangsa. Tapi saat ini tidak tepat, apalagi kita sekarang sementara konsen untuk pertandingan LSI,” kata Thamrin, Senin, 16 April 2012.

    Menurut dia, sebelum merekrut pemain dari klub, sebaiknya ada pembicaraan awal antara Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) versi Djohar Arifin dengan PSSI versi La Nyalla Mattalitti. “Kalau tidak ada solusi untuk itu, Persipura juga tidak bisa. Ini harus ada keputusan bersama apa kita bisa libatkan pemain atau tidak,” kata Thamrin.

    PSSI sebelumnya merekrut 29 pemain LSI untuk memperkuat timnas. Ke-29 pemain ini terbagi dalam dua tim, yakni 17 pemain untuk tim nasional usia di bawah 23 tahun yang diproyeksikan untuk SEA Games 2013 di Myanmar dan 12 lainnya untuk tim nasional senior.

    Pemain Persipura yang masuk dalam daftar PSSI termasuk David Laly, Ricardo Salampessy, Boaz Salossa, dan Titus Bonai. “Kita ikuti saja regulasi FIFA, apakah bisa menyerahkan pemain. Tapi saya kira ini memang sulit.”

    Terkait upaya rekonsiliasi yang sementara dibangun PSSI versi Djohar Arifin, Thamrin mengatakan sudah sangat telat. “Terlambat. Rekonsiliasi itu sebenarnya sudah dilakukan Persipura dari awal, tapi PSSI sendiri tidak mau. Kalau sekarang baru dilakukan, sangat terlambat,” ucapnya.

    Menurut dia, jika rekonsiliasi itu jadi dilakukan, tidak akan bertahan lama. “Saat ini kan LPI dan LSI sementara jalan, mana mungkin ada rekonsiliasi. Kita lihat saja nanti ke depan,” katanya.

    JERRY OMONA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.