Barcelona Ingin Melawan Bangladesh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepakbola FC Barcelona Gerard Pique (tengah) merayakan gol bersama rekan-rekan satu timnya dalam pertandingan Copa del Rey berhadapan dengan Malaga di stadion La Rosaleda di Malaga, Spanyol, Kamis (24/1). AP/Julian Rojas

    Pesepakbola FC Barcelona Gerard Pique (tengah) merayakan gol bersama rekan-rekan satu timnya dalam pertandingan Copa del Rey berhadapan dengan Malaga di stadion La Rosaleda di Malaga, Spanyol, Kamis (24/1). AP/Julian Rojas

    TEMPO.CO, Bangladesh - Barcelona ternyata ingin menghadapi Bangladesh dalam tur Asia mereka Agustus nanti. Klub raksasa Spanyol ini bahkan sudah menyerahkan proposal untuk bertanding dengan negara yang menduduki peringkat ke-168 di rangking FIFA itu.

    "Kami menerima proposal dari Barcelona bahwa mereka ingin bermain di Bangladesh pada Agustus," tutur Presiden Federasi Sepak Bola Bangladesh, (BFF), Kazi Salahuddin, kepada para wartawan, Rabu 30 Januari 2013.

    Pihaknya, ujar Salahuddin, kini tengah mempertimbangkan tawaran itu. "Mereka meminta empat juta euro dan kami sekarang sedang mempertimbangkannya untuk mencari dana," tutur mantan pemain tim nasional Bangladesh ini.

    Salahuddin berharap pihaknya bisa mendatangkan Barcelona ke Bangladesh. Sebab, orang-orang di Bangladesh sangat mengidolakan Barcelona. "Ini akan menjadi berita yang luar biasa jika kami mendatangkan mereka ke sini," ucapnya.

    Masyarakat Bangladesh memang dikenal sebagai penggila sepak bola. Setidaknya, ada tiga klub top Eropa yang sangat diidolakan mereka. Ketiga klub besar itu adalah Barcelona dan rival abadinya Real Madrid serta Manchester United.

    Sebelumnya, Bangladesh sukses menggelar laga persahabatan antara Argentina melawan Nigeria di Dhaka's Banganabdhu National Stadium pada 2011 lalu. Pada pertandingan itu, Lionel Messi dan kawan-kawan mengalahkan Nigeria 3-1.

    REUTERS | SINGGIH SOARES TONCE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.