Rahasia Kiper West Brom Gagalkan Penalti Gerrard

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ben Foster. thetimes.co.uk

    Ben Foster. thetimes.co.uk

    TEMPO.CO, Liverpool - Kepiawaian penjaga gawang West Bromwich Albion, Ben Foster, dalam menjaga gawangnya menjadi biang kesialan Liverpool, Selasa dinihari, 12 Februari 2013 WIB. The Baggies secara mengejutkan membungkam The Reds 0-2 di Stadion Anfield.

    Penampilan Foster patut diacungi jempol. Meskipun bermain di kandang lawan, dia tidak ciut meladeni serangan bertubi-tubi yang dilancarkan Luis Suarez dan kawan-kawan. Secara statistik, tim besutan Brendan Rodgers menguasai jalannya pertandingan dengan 60 persen penguasaan bola. Puncaknya, menit ke-77, Foster berhasil mementahkan penalti dari Steven Gerrard.

    Wasit Jonathan Moss memberikan hadiah penalti kepada Liverpool setelah Suarez dilanggar bek Swedia Jonas Olsson. Tanpa ada rasa takut, kiper Inggris berusia 29 tahun itu berhasil membuat Gerrard dipermalukan di hadapan pendukungnya. Dan, kegagalan penalti tersebut menjadi awal mimpi buruk Liverpool.

    Foster mengungkapkan, keberhasilan mematikan tendangan penalti Gerrard karena seringnya latihan menghentikan tendangan penalti. "Pelatih kiper kami, Dean Kiely, memerintahkan saya untuk bergerak sedikit ke kiri jika Gerrard mendapatkan penalti. Saya mengikuti naluri saya, dan bagusnya saya berhasil menahan penalti," ujar Foster.

    Selang empat menit kemudian, Gareth McAuley membungkam publik Anfield setelah sundulannya dari sepakan tendangan sudut Chris Brunt tidak mampu diantisipasi kiper Jose Reina. Liverpool semakin terpuruk saat Romelu Lukaku menggetarkan gawang Reina pada menit ke-90. Berawal dari serangan balik, James Morrison melakukan solo run dari tengah lapangan sampai depan kotak penalti Liverpool sebelum memberikan assist kepada Lukaku.

    Sebenarnya penampilan Liverpool tidak jelek-jelek amat. Selain menguasai jalannya pertandingan, mereka tercatat melakukan 15 tendangan ke gawang, sembilan tendangan melebar, dan 13 tendangan penjuru. Bandingkan dengan West Brom yang hanya melakukan tiga tendangan ke gawang, satu tendangan melebar, dan lima tendangan penjuru.

    Namun, manajer Steve Clarke membantah timnya beruntung bisa mencuri tiga poin. "Anda tidak bisa mengatakan kami beruntung. Kami bermain baik dan pantas untuk mendapatkan kemenangan," kata manajer berusia 49 tahun itu.

    Hasil tiga poin ini membuat posisi West Brom di klasemen sementara Liga Premier Inggris terdongkrak. Kini mereka berada di peringkat kedelapan dengan 37 poin dari 26 pertandingan. Sedangkan Liverpool melorot dua tingkat ke posisi kesembilan dengan 36 poin.

    THE SUN | DAILY MAIL | JOKO SEDAYU

    Terpopuler:
    PSSI Emoh Panggil Pemain Persipura

    Jurgen Klopp Tolak Pinangan Chelsea

    Jonathan Pitroipa Pemain Terbaik Piala Afrika 2013

    Timnas Ingin Jamu Arab Saudi di Luar Jakarta

    Nigeria Jawara Benua Hitam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.