Jelang Lawan Lyon, Suporter Spurs Diserang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagian luar pub Smoking Dog di Lyon, lokasi penyerangan terhadap suporter Tottenham Hotspur (21/2). REUTERS/Robert Pratta

    Bagian luar pub Smoking Dog di Lyon, lokasi penyerangan terhadap suporter Tottenham Hotspur (21/2). REUTERS/Robert Pratta

    TEMPO.CO, Lyon - Beberapa pendukung klub Tottenham Hotspur dikabarkan harus dilarikan ke rumah sakit dan mengalami luka-luka. Peristiwa itu terjadi menyusul serangan oleh kelompok tak dikenal, jelang pertandingan leg kedua babak 32 besar Liga Europa melawan Olympique Lyon, Jumat, 22 Februari 2013.

    Sekitar 150 suporter Spurs yang sedang megunjungi bar Smoking Dog di Vieux Lyon mendapat serangan sebanyak dua kali, Rabu, 21 Februari 2013, pada pukul 22.00 waktu setempat. Serangan pertama dilakukan oleh sekitar 50 orang dan kemudian ada 25 orang di serangan kedua.

    Akibat kejadian tersebut, tiga orang fan Spurs harus dilarikan ke rumah sakit, sedangkan beberapa pendukung lainnya mengalami luka-luka. “Salah satu dari mereka mengalami cedera di kepala. Saya tidak yakin seberapa buruk cedera tersebut,” kata pemilik bar Dave Eales.

    “Sangat menakutkan ketika Anda berhadapan dengan sekelompok orang yang melakukan hormat Nazi. Sebuah suar dilemparkan melalui jendela serta bangku besi. Saya belum pernah melihat kejadian seperti itu,” kata Eales.

    Muncul dugaan penyerangan itu dilakukan oleh suporter Lyon. Hal tersebut tak lepas karena Lyon menelan kekalahan 2-1 dari Spurs dalam pertandingan leg pertama di White Hart Lane. Akan tetapi, pelaku penyerangan tidak bisa dikenali karena memakai topeng.

    “Tidak ada tanda-tanda bahwa mereka adalah pendukung Lyon. Mereka semua memakai balaclavas (penutup kepala yang memperlihatkan sedikit bagian wajah) hitam,” ujar salah satu pendukung Spurs, Clive Coyle.

    Sebelumnya, pendukung Spurs mendapat serangan di Roma, menjelang pertandingan melawan Lazio pada November lalu. Basis besar fan Spurs adalah keturunan Yahudi. Mereka menamakan diri sebagai Yid Army. Serangan tersebut diduga bermotif anti-Semitis.

    TELEGRAPH | METRO.CO.UK | ANTONIUS WISHNU

    Berita terpopuler:
    Muntari Beberkan Rahasia Taklukan Barcelona

    Alasan Iniesta Kalah dari Milan

    Allegri: Di Camp Nou Barcelona Tidak Ada Bedanya

    Milan Taklukkan Barcelona, Ini Komentar Mereka

    Pique Berharap Keajaiban di Camp Nou


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.