Bos Queens Park Rangers Ngutang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tony Fernandes. miror.co.uk

    Tony Fernandes. miror.co.uk

    TEMPO.CO, London - Bos Queens Park Rangers (QPR), Tony Fernandes, berharap mendapatkan kabar baik untuk klubnya. Klub London Barat ini sedang mencari tanah baru untuk pembangunan stadion. Fernandes mengatakan bahwa dirinya meminjam uang sebesar 15 juta poundsterling atau sekitar Rp 221 miliar untuk pembangunan rumah baru bagi klubnya.

    Pers Inggris melaporkan pada hari Selasa 16 April 2013 kemarin, Fernandes meminjam uang tersebut dari salah satu bank internasional yang berada di Hong Kong dengan jaminan seluruh aset QPR. Pinjaman ini adalah yang terbesar sejak Fernandes menjadi bos QPR pada 2011.

    Pada akun Twitternya, Fernandes menjelaskan mengenai alasan peminjaman uang tersebut. “Ini pinjaman untuk klub kesayangan kita, gunanya untuk membuat rumah (stadion) baru,” tulis Fernandes pada akun Twitternya, Rabu, 17 April 2013.

    Saat ini QPR menggunakan stadion Loftus Road sebagai kandangnya. Ini adalah stadion terkecil untuk standar klub di Liga Primer Inggris. Kapasitasnya hanya 18.439 orang penonton. Berbeda jauh dengan Stadion Emirates (Arsenal) dengan kapasitas 38.419, Stadion Stamford Bridge (Chelsea) dengan kapasitas 41.837, Anfield (Liverpool) dengan kapasitas 45.276, serta Old Trafford (Manchester United) dengan kapasitas 75.765.

    SKY SPORTS | TELEGRAPH | REZA ADITYA RAMADHAN


    Topik Terhangat:
    EDSUS Tipu-tipu Jagad Maya
    |
    Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Cebongan

    Berita Lainnya:
    Fan Liverpool Ingin Dinner Bareng Fergie

    Fakta-fakta Menarik Jelang Fulham Vs Chelsea

    Ditahan West Ham, Fergie: MU Bermain seperti Juara

    Inter Gagal Bersinar, Guarin Tak Akan Hengkang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.