Tak Kebagian Tiket, Anggota FCBFI Kalap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Bayern Munchen memberikan penghormatan kepada para pendukungnya, usai mengalahkan Juventus 2-0, dalam leg pertama perempatfinal Liga Champions di Munich, Jerman, (3/4).  REUTERS/Michael Dalder

    Para pemain Bayern Munchen memberikan penghormatan kepada para pendukungnya, usai mengalahkan Juventus 2-0, dalam leg pertama perempatfinal Liga Champions di Munich, Jerman, (3/4). REUTERS/Michael Dalder

    TEMPO.CO, Jakarta - Gara-gara gagal dapat tiket semifinal pertama Liga Champions antara Bayern Munchen vs Barcelona, 23 April lalu, Divisi Legal FC Bayern Fan Indonesia (FCBFI) Misbach Gasma mencari pelampiasan. Pengacara kelahiran 44 tahun silam itu segera menghabiskan 4000 euro (sekitar Rp 50,6 juta) untuk memborong segala yang berbau Munchen.

    Misbach memang apes. Dia tiba di Munich, Jerman, tepat pada hari pertandingan. Di loket stadion Allianz Arena, antrean sudah sepanjang 100 meter. Dekat pintu loket tergelatak beberapa tempat tidur dan kursi lipat suporter. "Waktu saya tanya, 'Udah berapa lama antre?' mereka jawabnya sudah berhari-hari. Hari itu kita memperebutkan sisa tiket yang tidak sampai 500 lembar," kata Misbach lewat sambungan telepon.

    Panitia lokal hanya menjual 17.000 tiket di stadion. Sisanya dikelola UEFA. Sebagian besar sudah dibeli suporter lokal Munchen. "Saat itu sudah pukul 2 siang waktu Munich," kata Misbach. Lima jam lagi kick off.

    Misbach tak putus harapan. Dia coba menyelinap ke dalam stadion. Kalaupun tidak bisa menonton pertandingan, paling tidak bisa mengintip bagian dalam stadion. "Tapi dilarang oleh petugas. Katanya bila ada pertandingan semua harus steril," kata Misbach. "Lalu dia lihat syal yang saya pakai, 'You are so far from here, right?'" kata Misbach menirukan petugas stadion yang kaget barusan.

    Waktu itu Misbach melingkarkan syal FCBFI di lehernya. Misbach tak habis akal. Dia kemudian menanyakan apa ada tiket "cabutan". "'Oke, kamu beli boleh, tapi yang jadi masalah adalah tidak ada yang bisa membedakan mana tiket yang asli mana palsu,'" kata Misbach menirukan petugas stadion itu lagi. "'Bisa ketahuan ketika di-scan itu asli apa palsu. Kalau asli sungguh beruntung Anda, tapi kalau palsu, kamu ditangkap polisi lalu dideportasi.'"

    Misbach menyerah. Namun, 200 meter dari pintu masuk Allianz Arena, mata Misbach menangkap fan shop Bayern Munchen yang sudah mulai buka. "Langsung aku beli macam-macam. Baju anak 1. Jersey klasik lengan panjang dua. Juga syal Deutscher Meister 2013 (Juara Bundesliga2013). Bajunya juga aku langsung beli 4," kata Misbach. "Habis sekitar 2000 euro. (Rp 25,3 juta). Kalap pokoknya."

    Namun Misbach belum berhenti. Ketika tiba di stasiun kereta terdekat dari stadion, lagi-lagi ia digoda fans shop. "Aku kalap lagi! Kebetulan itu fan shop unofficial, produk ultras-nya Munchen,'" kata Misbach. "Habis sekitar 2 ribu euro lagi." Gara-gara tidak dapat tiket, Misbach keluar Rp 50,6 juta. Padahal harga tiket paling mahal sekalipun cuma 150 euro (Rp 1,9 juta). (Baca juga: Edisi Khusus Fans Bola)

    RALAT. Pada artikel yang berjudul "FCBFI: Minoritas Itu Seksi" tertulis regional FCBFI seluruh Indonesia berjumlah 14. Seharusnya 24. Mohon maaf atas kekeliruan ini.

    KHAIRUL ANAM

    Baca juga:
    Messi Kembali Cedera, Barcelona Siap Gaet Neymar
    Manchester United Bidik Fabregas
    Doa Ferguson untuk Pemain MU
    Balotelli Jadi Korban Rasisme
    Soal Masa Depan Valdes, Zubizarreta Angkat Bicara
    Semen Padang Siap Menjamu SHB Da Nang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.