Uruguay Vs Italia: Demi Gengsi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Uruguay. AP/Jorge Saenz

    Uruguay. AP/Jorge Saenz

    TEMPO.CO, Salvador - Pelatih tim nasional Italia, Cesare Prandelli, mengeluh tentang perebutan tempat ketiga di ajang Piala Konfederasi. Pasalnya, ajang tersebut hanya diikuti delapan tim, sementara waktu istirahat para pemain sangat mepet. Meski begitu, Prandelli tetap berusaha keras untuk merebut status juara tiga ketika menghadapi Uruguay di Arena Fonte Nova, Minggu, 30 Juni 2013.

    Jelang laga melawan Uruguay, Italia harus kehilangan banyak pemain karena cedera. Mario Balotelli dan Ignazio Abate sudah dipulangkan ke Italia. Andrea Pirlo serta Andrea Barzagli dipastikan absen, sementara kondisi Giorgio Chiellini, Emanuel Giaccherini, dan Claudio Marchisio masih diragukan.

    “Dalam ajang seperti ini, perebutan tempat ketiga dan keempat adalah sebuah konsep yang perlu sedikit ditinjau,” kata Prandelli seperti dilansir tuttomercatoweb.

    Prandelli harus memutar otak lebih keras seiring absennya gelandang andalan, Pirlo. Mantan juru taktik Fiorentina itu diprediksi bakal mengubah formasi dari 3-4-2-1 menjadi 4-3-2-1. Daavide Astori, Alessandro Diamanti, dan Stephan El Shaarawy siap tampil sejak menit pertama.

    Nama El Shaarawy jadi perhatian, karena pemain AC Milan itu menjadi satu-satunya penyerang Italia yang berada dalam kondisi fit. “Secara fisik, El Shaarawy baik-baik saja. Saya belum tahu apakah dia akan bermain,” ujar Prandelli.

    Italia dipastikan tak akan bermain setengah hati. Status sebagai tim besar dunia bakal dipertaruhkan. Azzurri tak ingin terlihat buruk menghadapi Uruguay, yang diprediksi bakal tampil dengan para pemain terbaiknya.

    “Sangat penting untuk merebut tempat ketiga. Tidak hanya untuk kehormatan, tapi juga karena di laga berikutnya akan ada tim seperti Italia yang merupakan bagian dari elit sepak bola dunia,” ujar pelatih Uruguay, Oscar Tabarez.

    Tabarez diprediksi akan mengandalkan trio maut mereka, yaitu Edinson Cavani, Luis Suarez, dan Diego Forlan. La Celeste juga didukung pemain yang kenyang pengalaman di Seri A. Selain Cavani, juara Copa America 2011 itu memiliki Alvaro Periera, Walter Gargano, Abel Hernandez, Martin Caceres, Diego Perez, Egidio Arevalo, dan Alvaro Gonzalez.

    Italia harus mewaspadai lini depan Uruguay, yang sudah membukukan 15 gol. Uruguay tentu ingin memperbaiki prestasi mereka di Piala Konfederasi, setelah meraih tempat keempat pada tahun 1997. Sementara itu, Italia tak mampu lolos dari babak penyisihan grup pada 2009 lalu.

    Perkiraan formasi:
    Uruguay (4-3-1-2):
    Muslera; M. Pereira, Lugano, Godin, Caceres; Arevalo, A. Gonzalez, C. Rodriguez; Forlan; Cavani, Suarez.

    Italia (4-3-2-1):
    Buffon; Maggio, Bonucci, Astori, De Sciglio; Candreva, De Rossi, Montolivo; Diamanti, El Shaarawy; Gilardino.

    TUTTOMERCATO | FOOTBALL-ITALIA | ANTONIUS WISHNU

    Berita terpopuler:
    Ini Wasit Final Piala Konfederasi 2013
    Maradona: Jangan Campur Sepak Bola dengan Politik
    Bobotoh Persib Bagi Bunga ke Mobil Plat B
    Cavani Sepakat Tawaran Rp 108 Miliar dari Chelsea
    Maradona Kecewakan Penggemarnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.