Chelsea Menyerbu Paris tanpa Eto'o  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain FC Schalke 04 Benedikt Howedes (kiri) saat menghadang pemain Chelsea Samuel Eto'o pada pertandingan Liga Champions di Stamford Bridge, London (6/11).    REUTERS/Eddie Keogh

    Pemain FC Schalke 04 Benedikt Howedes (kiri) saat menghadang pemain Chelsea Samuel Eto'o pada pertandingan Liga Champions di Stamford Bridge, London (6/11). REUTERS/Eddie Keogh

    TEMPO.CO, London - Chelsea bakal tampil tanpa Samuel Eto'o ketika menghadapi tuan rumah Paris St Germain pada pertandingan pertama babak perempat final Liga Champions, Rabu besok, 2 April 2014.  Pemain depan berusia 33 tahun ini belum pulih dari cedera otot lututnya, demikian dinyatakan manajemen klub yang bermarkas di London ini, Selasa, 1 April 2014.

    Pemain tim nasional Kamerun itu ditarik keluar lapangan beberapa saat setelah mencetak gol saat Chelsea menggasak Arsenal 6-0, 22 Maret lalu. Eto’o tidak dimainkan saat Chelsea secara tak terduga ditaklukkan tuan rumah Crystal Palace, 1-0, akhir pekan lalu.

    Eto'o tidak termasuk 19 pemain yang akan bertandang ke Paris. Posisinya akan ditempati oleh pemain depan Chelsea asal Spanyol, Fernando Torres.

    Gelandang Nemanja Matic dan pemain sayap Mohamed Salah termasuk yang tidak akan dimainkan. Keduanya bergabung dengan Chelsea Januari lalu. Sementara itu, bek kiri Ashley Cole juga masih belum pulih dari cedera otot besar lututnya.

    Pada pertandingan kedua, 8 April mendatang, Chelsea ganti menjamu Paris St Germain di London.

    REUTERS | AGUS BAHARUDIN

    Baca Juga:
    Liga Indonesia | Liga Inggris | Liga Spanyol | Liga Italia | Liga Champions | Piala Dunia 2014 | Transfer Pemain

    Berita Terpopuler:
    Liga Champions, Lawan Sulit untuk Barcelona
    Liga Champions, David Moyes Terganggu Rumor
    Kiper Timnas U-19 Ajak Rekannya Bermain Lepas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.