Moyes: Pertahanan MU Seperti Anak-anak Sekolah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Bayern berselebrasi dengan para suporternya usai menang di  pertandingan perempat final  Liga Champions leg kedua melawan Manchester United di stadion Allianz Arena, Munich, Jerman (9/4).  (AP Photo/Kerstin Joensson)

    Pemain Bayern berselebrasi dengan para suporternya usai menang di pertandingan perempat final Liga Champions leg kedua melawan Manchester United di stadion Allianz Arena, Munich, Jerman (9/4). (AP Photo/Kerstin Joensson)

    TEMPO.CO, Muenchen - Pelatih David Moyes mengkritik pertahanan timnya, Manchester United (MU), setelah mereka tersingkir dari Liga Champions. Moyes menyebut gaya pertahanan timnya seperti tim anak-anak sekolah.

    "Ketika Anda masih anak-anak sekolah (sepak bola), diberitahu, 'Pastikan setelah mencetak gol, Anda tidak segera kebobolan. Tapi, kami kebobolan terlalu cepat," kata Moyes setelah MU kalah 1-3 dari Bayern Muenchen dalam pertandingan kedua babak perempat final Liga Champions, dinihari tadi, Kamis, 10 April 2014.    

    Bek sayap MU, Patrice Evra, membobol gawang Bayern pada menit ke-57 untuk membawa pasukan David Moyes unggul 1-0 dan membuka peluang lolos ke semifinal. Pasalnya, pada pertandingan pertama di Stadion Old Trafford, Manchester, skor akhir adalah 1-1.

    Tapi, keunggulan MU tersebut di Stadion Allianz Arena, Muenchen, Jerman, hanya bertahan dua menit atau cuma 22 detik setelah permainan dimulai lagi dari titik tengah.

    Muenchen dengan cepat menyamakan kedudukan melalui gol dari penyerang Mario Manzukic menit ke-59. Setelah itu, tim tuan rumah asuhan pelatih Pep Guardiola tidak tertahankan lagi. Menit ke-68 dan ke-76, pasukan Guardiola meraih kepemimpinan melalui gol dari Thomas Muller dan Arjen Robben.

    Bayern, juara musim lalu, berhak tampil pada semifinal setelah meraih kemenangan rata-rata 4-2 dalam dua kali pertemuan dengan MU.

    "Setelah kami mencetak gol pertama, meski kami harus selalu membuat lawan tidak bisa mendapat bola selama lima sampai 10 menit. Tapi, dari pertandingan dimulai lagi (di titik tengah setelah Evra mencetak gol), mereka langsung menyerang dan mencetak gol," kata Moyes.

    Moyes yang baru menangani MU pada musim 2013-2014 itu belum tahu pasti penyebab terjadinya gol balasan yang begitu cepat ke gawang MU.
    "Saya tidak tahu pasti, apakah itu karena sedikit kurang konsentrasi. Tapi, kami sebenarnya cukup berpengalaman dalam pertandingan seperti itu, yakni membuat lawan tidak bisa melakukan serangan dengan cepat," kata Moyes.

    Gol balasan yang cepat itu, menurut Moyes, memberi pukulan yang besar karena mempengaruhi permainan timnya secara keseluruhan.

    ESPN SOCCERNET | SKY SPORTS | PRASETYO

    Berita Terpopuler
    Inilah Kunci Sukses Mourinho Loloskan Chelsea
    Rekor Baru Pep Guardiola di Liga Champions
    Pelatih Jepang Kesulitan Susun Tim


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.