PSSI Bantah Andi Darussalam Terlibat Pengaturan Skor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Koni Suslel Andi Darussalam Tabusalla. TEMPO/Iqbal lubis

    Ketua Koni Suslel Andi Darussalam Tabusalla. TEMPO/Iqbal lubis

    TEMPO.COJakarta - Direktur Hukum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Aristo Pangaribuan mengatakan Andi Darussalam Tabusalla tidak pernah diperiksa Komisi Disiplin PSSI maupun kepolisian. Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa Direktur PT Liga Indonesia periode 2006-2011 itu tidak terlibat dalam skandal pengaturan skor seperti yang dituduhkan oleh Bambang Suryo--mantan makelar bandar judi bola Liga Indonesia. 

    "Kalau ada anggota PSSI yang terlibat dalam skandal pengaturan skor, silakan diperiksa. Dia, Bambang, jangan banyak bicara tanpa ada bukti," ujar Aristo ketika dihubungi Tempo, Kamis, 30 Juli 2015.

    PSSI, kata Aristo, tidak akan melindungi anggotanya yang terbukti terlibat dalam pengaturan skor. Jika ada pengaduan dari masyarakat, kata dia, Komisi Disiplin PSSI akan menindaklanjuti laporan tersebut. "Jika memang terbukti ada anggota kami yang terlibat, kami bisa melaporkannya kepada kepolisian," ucapnya.

    Pada pertengahan Juni lalu, Bambang Suryo mendatangi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia untuk melaporkan dugaan pengaturan skor pertandingan-pertandingan sepak bola Liga Indonesia. Dia menyertakan barang bukti berupa daftar pertandingan yang sudah diatur. Dalam waktu dekat ini, dia menyatakan akan menyerahkan bukti transaksi rekening.

    Dalam wawancara yang dimuat oleh Majalah Tempo edisi 27 Juli-2 Agustus 2015, Bambang Suryo mengatakan semua bandar yang akan bermain di Liga Indonesia harus meminta izin kepada Andi Darussalam agar ada kepastian apakah sebuah tim bisa diatur. "Dia ini godfather judi bola Indonesia," ujarnya.

    Namun Andi Darussalam membantah tuduhan tersebut. Menurut dia, kedekatannya dengan para bandar judi bola justru menguntungkan Indonesia karena dia bisa membuat perlindungan agar para bandar judi tidak bermain di Tanah Air. "Kan, saya tahu siapa saja, sehingga bisa cepat-cepat dicegah. Dulu, di zaman Liga Super Indonesia, tidak ada," tuturnya.

    GANGSAR PARIKESIT | TIM MAJALAH TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.