Mafia Skor Klub PSSI: Klub Rp 400 Juta, Pemain Rp 15 Juta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo PSSI. wikipedia.com

    Logo PSSI. wikipedia.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan pelatih Persipur Purwodadi, Gunawan, memberikan keterangan terkait keterlibatannya dalam praktik pengaturan skor pertandingan di Divisi Utama Liga Indonesia 2013 dalam sidang yang digelar Komisi Disiplin PSSI.

    "Saya ditanyai seputar pengalaman dan apa yang saya tahu tentang pengaturan skor. Keterangannya sama seperti yang pernah saya sampaikan di salah satu stasiun televisi dan media massa," ujar Gunawan di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Senin sore.

    Menurut dia, praktik pengaturan skor atau match fixing timbul karena pada 2013 tidak ada sistem degradasi dalam klub Divisi Utama sehingga memungkinkan klub di peringkat bawah memakai peluang mengatur skor untuk memperoleh pemasukan lebih banyak.

    "Tujuan saya mengungkap kasus pengaturan skor itu untuk menggugah pemerintah supaya menyiapkan anggaran dalam APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) sehingga sepak bola bisa sehat kembali," ujarnya.

    Untuk mendalami keterangan Gunawan, Komdis PSSI akan memanggil PT Liga dan anggota Komite Eksekutif PSSI Djamal Aziz dalam sidang lanjutan, Kamis, 3 September 2015. Kepada PT Liga, PSSI akan menanyakan alasan klub Divisi Utama tidak ada sistem degradasi.

    "Hampir semua klub Divisi Utama yang di (peringkat bawah) itu melakukan match fixing karena tidak ada yang menggaji, tidak ada anggaran dalam APBD," ujar Ketua Komdis PSSI Ahmad Yulianto.

    Kepada Djamal, Komdis akan meminta konfirmasi apakah benar Djamal mengacuhkan laporan Gunawan soal praktik pengaturan skor itu. "Coach Gunawan katanya beberapa kali melaporkan ke Pak Djamal tetapi tidak ada tanggapan," ujar Achmad.

    Sebelumnya, Gunawan mengakui klub yang ia ltih, Persipur Purwodadi, pada 2013 melakukan praktik pengaturan skor atau match fixing yang melibatkan seluruh manajemen, pemain, pelatih, dan ofisial klub.

    Gunawan menjelaskan setiap melakukan pengaturan skor, Persipur mendapat Rp 400 juta per pertandingan. Sedangkan untuk pemain, kata Gunawan, memperoleh Rp 10 juta hingga Rp 15 juta setiap terlibat dalam pengaturan skor per pertandingan.

    ANTARANEWS.COM

    Berita Menarik

    Misteri Rumah Anti-Roboh di Kampung Pulo Akhirnya Terungkap
    Mengejutkan, Guru Cantik Mengaku Menikahi Yesus Kristus
    Usai Mencak-mencak, Hasil Tes Urine Amel Alvi Ternyata...


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.