2 Kali Kalah di Liga Champions, Arsenal Masih Optimistis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manajer Arsenal Arsene Wenger memimpin jalannya sesi latihan di London Colney, St Albans, Inggris. Arsene Wenger dan anak asuhannya berharap kemenangan karena hanya piala FA satu-satunya gelar yang masih berpeluang sekaligus ingin mengakhiri puasa gelar 9 tahun. (Stuart MacFarlane/Getty Images)

    Manajer Arsenal Arsene Wenger memimpin jalannya sesi latihan di London Colney, St Albans, Inggris. Arsene Wenger dan anak asuhannya berharap kemenangan karena hanya piala FA satu-satunya gelar yang masih berpeluang sekaligus ingin mengakhiri puasa gelar 9 tahun. (Stuart MacFarlane/Getty Images)

    TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Arsenal Arsene Wenger masih optimistis Arsenal bisa lolos ke babak 16 besar Liga Champions sekalipun mereka sudah dua kali menelan kekalahan di babak penyisihan Grup F.

    Di pertandingan pertama 16 September lalu, Arsenal dikalahkan klub Rusia Dinamo Zagreb 1-2. Rabu dinihari tadi, 30 September 2015, mereka ditekuk Olympiacos 2-3. Dengan hasil ini, Arsenal menjadi juru kunci Grup F.

    "Ya, saya percaya Arsenal masih mungkin lolos. Tentu saja," ujar Wenger sebagaimana disiarkan ESPN. "Kekalahan ini kejutan untuk kami dan sebuah dorongan untuk Olympiakos. Tapi saya juga harus bilang bahwa kami telah berusaha. Hanya saja, segala sesuatu melawan kami."

    Wenger membenarkan bahwa kekalahan yang dialami Arsenal menempatkan tim berjulukan The Gunners itu pada posisi yang tidak nyaman. "Tapi kami masih berada di dalam persaingan itu," ujarnya. "Kami harus berpikir kami bisa menghadapi Zagreb dan Olympiacos di pertandingan kedua. Kami membutuhkan sebuah hasil di pertandingan tandang berikutnya melawan Bayern Munchen."

    Sejak musim 2003-2004 Arsenal belum pernah absen dari babak 16 besar Liga Champions. Mereka juga pernah menjadi runner-up pada musim 2005-2006.

    ESPN | GADI MAKITAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.