Tundukkan Bologna 3-1, Momen Kebangkitan Juventus

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang andalan Juventus asal Prancis, Paul Pogba dalam pertandingan Liga Champions melawan Sevilla di Stadium Juventus, Turino, Italia, 1 Oktober 2015. AP/Massimo Pinca

    Gelandang andalan Juventus asal Prancis, Paul Pogba dalam pertandingan Liga Champions melawan Sevilla di Stadium Juventus, Turino, Italia, 1 Oktober 2015. AP/Massimo Pinca

    TEMPO.CO, Jakarta -Juara bertahan Juventus berhasil meraih kemenangan di pekan ke-7 Liga Italia Seri A dengan menundukkan tim tamu Bologna 3-1 di Juventus Stadium, Turin, Senin dinihari WIB. Meski berstatus juara bertahan, hasil itu baru menjadi kemenangan kedua yang diraih Juventus musim ini.

    Dengan tambahan tiga poin, tim besutan Massimiliano Allegri naik ke peringkat 12 dengan raihan total delapan poin.

    Kemenangan ini bisa jadi merupakan momentum kebangkitan Si Nyonya Tua yang mengawali musim dengan cara buruk, terlebih bergelar juara bertahan, nasib yang hampir sama dengan juara bertahan Liga Inggris Chelsea.

    Juventus sebetulnya tertinggal lebih dulu dari Bologna berkat gol cepat pada menit 5 lewat tendangan voli Anthony Mounier. Namun upaya Juventus membangun serangan akhirnya berhasil membuat kedudukan menjadi imbang 1-1 saat penyerang andalan mereka, Alvaro Morata mencetak gol pada menit ke-33.

    Morata dengan mudah menyundul bola kiriman Sami Khedira di depan kotak penalti. Juventus akhirnya bisa membalikkan keadaan saat Paulo Dybala mengkonversikan tendangan penalti menjadi gol untuk membawa timnya unggul 2-1 pada menit ke-51.

    Penalti itu diperoleh setelah Morata terjatuh akibat gangguan ringan dari Alex Ferrari, meski gangguan ringan namun wasit Domenico Celi tak ragu menunjuk titik putih. Gol pamungkas Juventus dalam laga tersebut merupakan gol perdana Sami Khedira berbaju hitam-putih.

    Gelandang Jerman itu berlari ke tiang jauh menyambut bola umpan silang Morata dengan kepalanya pada menit ke-63.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.