Duel Pendeta Biru vs Setan Merah di Kota Manchester

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Manchester City, Kevin De Bruyne merayakan golnya ke gawang Sevilla selama pertandingan Liga Champions Grup D di Manchester, Inggris, 22 Oktober 2015. Manchester City menang 2-1 atas Sevilla. Reuters / Phil Noble

    Pemain Manchester City, Kevin De Bruyne merayakan golnya ke gawang Sevilla selama pertandingan Liga Champions Grup D di Manchester, Inggris, 22 Oktober 2015. Manchester City menang 2-1 atas Sevilla. Reuters / Phil Noble

    TEMPO.CO, Jakarta - Gelandang Manchester City, Kevin De Bruyne, menebar ancaman bagi skuad Manchester United yang akan menjadi lawan mereka dalam lanjutan liga Inggris, Ahad, 24 Oktober 2015.

    De Bruyne mengatakan bahwa lini serang The Citizens siap memporak porandakan pertahanan Manchester United. Pemain yang baru bergabung dengan City pada musim panas kemarin itu menyatakan setiap pemain City adalah ancaman bagi pertahanan United. "Jika United menempatkan dua orang untuk menjagaku, berarti pemain City lain akan memiliki ruang lebih banyak. Kami memiliki tim yang sangat kuat," ujarnya.

    Derby Persaingan kedua tim sudah berlangsung sejak lahirnya Manchester City pada 1880. Kelahiran City yang dibidani oleh persekutuan gereja Saint Mark seperti menjawab kelahiran United dua tahun sebelumnya. United terbentuk dari persatuan sepakbola para pekerja rel kereta di daerah Newton Heath yang terkesan penuh dengan kekerasan dan budaya duniawi.

    Dalam sejarahnya, setan merah lebih unggul dari para pendeta Manchester.  Dari 169 laga,  United menang 70 kali. Sementara The Citizens hanya mampu menekuk United 49 kali. Sisa 50 pertandingan lainnya berakhir imbang. Namun, catatan lima laga terakhir lebih memihak kepada De Bruyne dan kawan-kawan. Mereka  menang empat kali dan  kalah sekali  dalam pertemuan terakhir di Old Trafford  April lalu.

    De Bruyne memang pantas percaya diri, performa City memang sedang menanjak.  Anak asuh Manuel Pellegrini memenangkan tiga laga terakhir mereka dengan meyakinkan.  Hebatnya dalam tiga laga itu, The Citizens mencetak 13 gol dan kebobolan 3 gol.

    Klaim bahwa lini serang City sangat kuat dan tak bergantung pada satu orang juga benar.  Buktinya, meskipun penyerang andalan mereka Sergio Aguero sedang cedera, Raheem Sterling, De Bruyne serta Wilfied Bony mampu bersinar secara bergantian di dua laga terakhir. Sterling mencetak hatrick saat City mencukur Bournemouth 6-1 sementara Bony dan De Bruyne berperan besar saat City menang 2-1 atas Sevilla Kamis kemarin.

    Sementara setan merah tampak menghadapi derby ini dengan kurang percaya diri. Manajer Louis van Gaal sejak pertengahan pekan sudah mengeluhkan pengaturan jadwal timnya. Dia mengeluhkan timnya harus melakoni derby setelah tandang ke Moskow dalam lanjutan Liga Champions.

    Dia pun menuding padatnya jadwal liga inggris sebagai penyebab minimnya gelar tim asal Inggris di ajang eropa dan merosotnya performa tim nasional Inggris sendiri.  “Ini tak baik untuk sepakbola Inggris. Ini tak baik untuk klub dan tim nasional. Saya pikir anda harus mengubah ini. Inggris tidak pernah memenangkan apapun sejak kapan? Semua pemain kelelahan di akhir musim,” ujar si mener.

    Van Gaal juga layak khawatir karena timnya belum menemukan konsistensi permainan. Tiga laga terakhir mereka berakhir dengan sekali kekalahan melawan Arsenal, sekali kemenangan melawan Everton dan terakhir imbang melawan CSKA Moskow. Mereka mencetak 4 gol tetapi juga kebobolan 4 gol dalam tiga laga itu.

    Mantan gelandang Manchester United, Paul Scholes, secara tegas mengkritik ramuan van Gaal. Menurut dia, ramuan van Gaal membuat jiwa permainan United hilang dan pemain seperti tak ingin memenangkan pertandingan. “Anda mengharapkan mereka untuk lebih kreatif. Para pemain harus berlari dengan cepat dan melakukan pentrasi. Saya melihat mereka sangat miskin kreativitas,” ujar Scholes.

    Penyerang Manchester United, Wayne Rooney juga berada dalam tekanan saat ini. Rooney kalah pamor dari penyerang baru United, Anthony Martial, yang baru berumur 19 tahun. Dia baru mencetak 2 gol bagi United dari 8 laga Liga Inggris musim ini.  Padahal, Rooney adalah top skor derby Manchester dengan 11 gol.

    Derby kali ini akan menjadi sangat spesial karena digelar sehari setelah dirinya merayakan ulang tahun ke-30. Rooney pun percaya bahwa dirinya belum habis. “Saya merasa masih cukup muda dan saya memiliki banyak waktu ke depan,” ujarnya.

    Apakah para pendeta biru akan mensucikan dosa para setan merah? Ataukah setan merah akan menumbangkan para pendeta? Jawabannya tentu akan kita saksikan pada pertandingan malam nanti.

    BBC|DAILYMAIL|GUARDIAN|FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.