Ridwan Kamil & Bobotoh Galang Dana Korban Asap, Ini Hasilnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (kiri), dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat final Piala Presiden 2015 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 18 Oktober 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (kiri), dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat final Piala Presiden 2015 di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, 18 Oktober 2015. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.CO, Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan dia bersama Bobotoh Persib Bandung telah mengumpulkan dana sumbangan untuk korban bencana kabut asap dan kebakaran hutan di daerah Sumatera dan Kalimantan sekitar Rp 250 juta melalui aksi nyata "Bobotoh Peduli Asap".

    "Hari ini saja kita berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 250 juta untuk korban asap ya," ujar Ridwan, kepada Tempo seusai melakukan konvoi pesta kemenangan Persib, di Lapangan Tegalega, Kota Bandung, Minggu, 25 Oktober 2015.

    Rencananya, kata dia, penggalangan dana itu akan dilangsungkan hingga satu pekan ke depan. Sebab itu, Ridwan mengimbau kepada warga yang masih ingin memberikan bantuan dana untuk korban asap. Ridwan mengaku akan sangat senang dan siap membantu masalah teknis penyaluran dana itu.

    "Pengumpulan donasi bantuan ini akan terus dibuka hingga Minggu (1 November 2015) pekan depan. Mudah-mudahan seiring berjalannya waktu dana terus bertambah," katanya.

    Selain itu, sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kota Bandung beserta ribuan Bobotoh terhadap korban asap, tidak hanya dalam bentuk materi saja. Namun, Wali Kota yang akrab disapa Emil itupun melakukan doa melalui solat istisqa (salat minta hujan) yang dilaksanakan pagi tadi di Alun-alun Kota Bandung.

    "Jadi kombinasi antara doa dan juga tindakan kita lakukan untuk saudara-saudara kita yang ada disana," ucapnya.

    AMINUDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.