Masuk Grup Neraka Liga Champions, Man City Tetap Senang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengundian Liga Champions UEFA 2014/15 babak kualifikasi putaran ketiga di kantor UEFA, The House of European Football, di Nyon, Swiss, 18 Juli 2014. (Harold Cunningham/Getty Images/UEFA)

    Pengundian Liga Champions UEFA 2014/15 babak kualifikasi putaran ketiga di kantor UEFA, The House of European Football, di Nyon, Swiss, 18 Juli 2014. (Harold Cunningham/Getty Images/UEFA)

    TEMPO.COJakarta - Direktur Olahraga Manchester City Txiki Begiristain senang dengan hasil undian fase grup Liga Champions musim ini yang menempatkannya di grup berat. City akan menghadapi Barcelona, Borussia Moenchengladbach, dan Galsgow Celtic dalam grup C.

    Begiristain mengatakan dia senang karena musim lalu City berhasil melaju hingga babak semifinal. Menurut dia, hasil undian itu bagus karena klubnya akan menghadapi lawan-lawan kuat di grup tersebut. Begiristain juga senang karena City memiliki cukup informasi soal kekuatan lawan, terutama Barcelona.

    "Kami sangat senang. Kami sangat senang karena masuk semifinal musim lalu dan kami ingin melaju hingga babak itu lagi," ujarnya seusai pengundian pada Kamis malam kemarin di markas UEFA, Swiss. "Ini adalah kompetisi yang luar biasa dan grup yang juga luar biasa. Gladbach sangat kuat dan kami tahu banyak soal Barcelona. Ini terasa seperti kami akan pulang ke rumah. Kami adalah teman baik," ujar Begiristain.

    Sebelum menjabat sebagai Direktur Olahraga di Manchester City, Begiristain pernah menjabat pada posisi yang sama di Barcelona. Selain itu, Manajer City saat ini, Pep Guardiola, adalah mantan pelatih Barcelona yang pernah membawa klub itu dua kali menjuarai Liga Champions. 

    Namun City memiliki catatan buruk ketika berhadapan dengan klub asal Catalan itu. Klub ini dua kali disingkirkan Barcelona pada babak 16 besar pada musim 2013/2014 dan 2014/2015. Dari empat pertemuan itu, City selalu kalah dan hanya mampu mencetak dua gol serta kebobolan tujuh gol.

    TELEGRAPH | FEBRIYAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.