Timnas ke Final Piala AFF 2016, Riedl Puji Semangat Boaz cs  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih tim nasional sepak bola Indonesia Alfred Riedl (tengah) memberikan instruksi kepada anak asuhannya ketika berlatih di lapangan bola Komplek Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Viet Nam, 5 Desember 2016. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Pelatih tim nasional sepak bola Indonesia Alfred Riedl (tengah) memberikan instruksi kepada anak asuhannya ketika berlatih di lapangan bola Komplek Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Viet Nam, 5 Desember 2016. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih tim nasional Indonesia, Alfred Riedl, memuji semangat juang para pemain timnas saat menghadapi Vietnam sehingga lolos ke final Piala AFF 2016 meski di pertandingan di Stadion My Dinh Hanoi, Vietnam, Rabu, 7 Desember 2016, bermain imbang 2-2.

    Indonesia memastikan diri ke final setelah membukukan agregat gol 4-3. Hasil ini diraih setelah pada pertandingan semifinal pertama di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Sabtu, 3 Desember lali, menang dengan skor 2-1.

    Berdasarkan data media officer timnas Indonesia yang diterima media di Jakarta, pelatih asal Austria itu menilai pemain timnas mampu bertahan dengan baik meski ada kendala, terutama dalam melakukan penyerangan. Apalagi tuan rumah juga bermain dengan terus menyerang.

    "Vietnam tim yang bagus, sedangkan Indonesia baik dalam bertahan. Begitulah kondisi di lapangan. Semula tidak ada yang memperhitungkan kami bisa lolos sejauh ini," ucap Riedl.

    Menurut dia, lolosnya Indonesia ke final merupakan hasil kerja keras dan keberuntungan. Meski bermain di kandang lawan yang mendapatkan dukungan puluhan ribu suporter fanatiknya, Andik Vermansyah dan kawan-kawan tetap bermain tenang.

    Meski lolos ke final dengan menahan imbang tuan rumah Vietnam, Riedl juga cukup terkejut dengan keputusan wasit Fu Ming yang menganulir penalti yang seharusnya diterima Indonesia setelah Rizky Pora dijatuhkan penjaga gawang tim tuan rumah.

    "Sampai sekarang, saya tidak tahu apa yang terjadi. Seharusnya itu penalti," tutur mantan pelatih timnas Vietnam itu.

    Sementara itu, kapten timnas Indonesia, Boaz Solossa, mengaku pertandingan semifinal leg kedua melawan Vietnam ini adalah laga yang luar biasa. Kedua tim melakukan permainan terbuka, meski pada babak pertama Indonesia sempat dikurung lawan.

    "Kami bersyukur bisa lolos ke final. Meski sempat disamakan dalam agregat gol, tapi teman-teman mampu bangkit. Yang jelas, Vietnam tim yang bagus dan cepat. Setelah ini, kami tinggal fokus menghadapi laga final," kata Boaz seusai pertandingan.

    Indonesia saat ini masih menunggu lawan antara Thailand dan Myanmar. Keputusan itu baru ditentukan Kamis, 8 Desember 2016. Jika dilihat hasil pertandingan leg pertama, Thailand lebih berpeluang melaju ke final setelah mengalahkan tuan rumah Myanmar dengan skor 2-0.

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.