Final AFF, Kata Evan dan Lilipaly Soal Kelemahan Thailand  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola tim nasional Indonesia Stefano Lilipaly (kiri) berlatih bersama rekan setimnya pada sesi latihan resmi dan uji coba lapangan di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, 6 Desember 2016. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Pesepak bola tim nasional Indonesia Stefano Lilipaly (kiri) berlatih bersama rekan setimnya pada sesi latihan resmi dan uji coba lapangan di Stadion Nasional My Dinh, Hanoi, Vietnam, 6 Desember 2016. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta - Timnas Indonesia akan melawan Thailand dalam laga final Piala AFF pada 14 dan 17 Desember. Lada pertama akan digelar di Tanah Air dan laga kedua di kandang Thailand.

    Dua gelandang tim nasional, Stefano Lilipaly dan Evan Dimas, mengklaim dalam kondisi prima dan siap dimainkan dalam laga final nanti. Keduanya juga sepakat jika Thailand lah yang akan menjadi lawan mereka di partai puncak Piala AFF 2016.

    Lilipaly mengaku akan tampil habis-habisan jika dimainkan pelatih Riedl dalam final nanti. Meski begitu, ia yakin bukan perkara mudah menumbangkan tim Gajah Perang, julukan Thailand.

    "Mereka pasti akan berusaha pertahankan gelar juara. Yang jelas kami akan bermain tanpa beban, semoga saja malah bisa menang," kata Lilipaly.

    Gelandang klub Belanda, Telstar, itu yakin bahwa Thailand punya kelemahan yang bisa dimanfaatkan Indonesia. Buktinya dalam laga penyisihan saat kalah 2-4 dari Thailand, Indonesia masih bisa mencuri dua gol.

    Evan Dimas sepaham dengan Lilipaly. Pemain 21 tahun itu melihat Thailand punya kelemahan di lini pertahanan. Menurut dia, barisan bek Thailand kurang cepat dalam mengantisipasi serangan sayap.

    "Sementara kami punya pemain sayap yang cepat. Kami harus manfaatkan itu untuk mengalahkan Thailand," kata Evan.

    INDRA WIJAYA

    Baca:
    Bus Timnas AFF Dilempar Batu, Ini Kesaksian Andik Vermansyah
    AFF Cup 2016, Analis: Tanpa Trio BAS, Timnas Kehilangan Roh


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Sudah Periode Kedua Jokowi

    Tak ada perayaan besar untuk memperingati satu tahun pertama periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo pada 20 Oktober 2020.