Ketua PSSI Singgung Kantor yang Masih Sewa & Bicara Sinergi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi yang juga Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dalam sesi foto bersama TEMPO di kantornya Jl. Merdeka Timur, Jakarta Pusat, 22 November 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi yang juga Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dalam sesi foto bersama TEMPO di kantornya Jl. Merdeka Timur, Jakarta Pusat, 22 November 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi menegaskan, PSSI harus bersinergi dengan pemerintah untuk memajukan persepakbolaan nasional.

    "Dunia sepak bola Indonesia lain jika dibandingkan, misalnya di Eropa. Di sana tidak masalah jika tidak ada sinergi dengan pemerintah. Kalau di Tanah Air, jika tidak ada keselarasan dengan pemerintah, bisa saja terjadi, misalnya, pertandingan tidak dapat berjalan karena tidak ada izin kepolisian," kata Edy di Jakarta, Jumat, 27 Januari 2017, dalam pengarahannya kepada para pengurus baru PSSI periode 2016-2020.  Pengurus baru dilantik Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman.

    Baca: Hasil Bola Jumat Dinihari: Barcelona dan Man United Lolos

    Edy mengatakan lemahnya ikatan kerja sama dengan pemerintah juga membuat PSSI sampai saat ini belum memiliki kantor tetap dan masih harus menyewa ke pihak lain. Padahal, kata pria yang juga menjabat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat itu, negara seperti Afganistan, yang kerap dilanda konflik bersenjata, sudah punya kantor federasi sepak bola yang tetap.

    "Saat Presiden Joko Widodo mengetahui hal itu, dia langsung memerintahkan para menteri untuk mencari lahan untuk membangun gedungnya," ujar Edy.

    Edy Rahmayadi sangat mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo yang mengadakan rapat terbatas di Istana Kepresidenan beberapa waktu lalu. Dalam rapat itu, lebih dari 20 menteri diundang hanya untuk membahas sepak bola Indonesia dan PSSI.

    Baca: Mantan Penyerang Bundesliga Cetak 2 Gol buat Bali United

    Menurut dia, hal ini baru pertama kali terjadi sepanjang sejarah PSSI. Karena itu, sudah seharusnya langkah-langkah pemerintah, seperti ingin membangun lapangan sepak bola layak pakai di setiap desa dan pembinaan pemain sepak bola usia muda, segera ditindaklanjuti oleh PSSI dari pusat sampai tingkat asosiasi provinsi.

    "Bisa malu kita kalau tidak bisa menyikapi langkah pemerintah itu. PSSI jangan hanya kumpul saat rapat, tapi yang kerja cuma lima orang. Saya tidak mau itu. Marilah kita selesaikan persoalan ini bersama-sama," tutur Edy.

    Berikut ini sebagian nama anggota PSSI periode 2016-2020 yang dilantik pada Jumat. Agum Gumelar sebagai Dewan Kehormatan dengan anggota Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Jenderal Polisi Tito Karnavian.

    Baca: Alfonsius Kelvan Gabung Bali United karena Faktor Leluhur

    Posisi Dewan Pembina diketuai oleh Syafruddin dengan anggota Priyono Sugiarto dan Maruarar Sirait.

    Pengurus pusat, Ketua Umum Letjen TNI Edy Rahmayadi, Wakil Ketua Umum Joko Driyono, dan Kepala Staf Ketua Umum Iwan Budianto.

    Komite Eksekutif adalah A.S. Sukawijaya, Condro Kirono, Dirk Soplanit, Gusti Randa, Hidayat, Johar Lin Eng, Juni Ardianto Rachman, Papat Yunisal, Pieter Tanuri, Refrizal, Yunus Nusi, dan Verry Mulyadi. 

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.