Soal Rasisme, Chelsea Kecam Pendukungnya

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemain Chelsea berselebrasi setelah berhasil meraih gol dalam laga lanjutan Liga Eropa melawan VIdi FC atau Videotron FC di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris, Kamis, 4 Oktober 2018. Chelsea berhasil meraih kemenangan 1-0 saat menjamu klub Hungaria, Vidi FC. Reuters/Andrew Boyers

    Para pemain Chelsea berselebrasi setelah berhasil meraih gol dalam laga lanjutan Liga Eropa melawan VIdi FC atau Videotron FC di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris, Kamis, 4 Oktober 2018. Chelsea berhasil meraih kemenangan 1-0 saat menjamu klub Hungaria, Vidi FC. Reuters/Andrew Boyers

    TEMPO.CO, Jakarta - Klub Liga Primer Inggris, Chelsea, mengecam pendukungnya yang berlaku rasisme. Hanya beberapa hari setelah empat pendukung Chelsea dituding berlaku rasis terhadap pemain Manchester City, Raheem Sterling, suporter Blues disangka meneriakkan nada anti-Semit saat bertandang ke kandang Vidi di Budapest, Hungaria.

    Beberapa menit setelah pembukaan pertandingan Liga Eropa antara Chelsea melawan tuan rumah, Vidi, di ibu kota Hungaria, segelintir pendukung Blues serempak melakukan teriakan berbau rasis anti-Semit dengan kata "Yid".

    "Anti-Semit dan segala kebencian terkait ras atau agama sangat dilarang di klub ini," ujar juru bicara Chelsea kepada wartawan sebagaimana dikutip media Jerman, DW, Jumat 14 Desember 2018. "Rasisme tidak memiliki tempat di Chelsea atau di komunitas kami."

    Pemilik Chelsea, Roman Abramivich, adalah seorang Yahudi. Pada Januari lalu, klub telah melancarkan kampanye anti-rasis dengan slogan "Katakan Tidak Terhadap Antisemitisme." Kampanye ini sekaligus sebagai media edukasi terhadap pendukung Blues.

    Sementara itu dari Inggris diperoleh informasi, kepolisian sedan melakukan penyelidikan menyusul dugaan aksi rasisme terhadap pemain Manchester City, Raheem Sterling, saat bertanding melawan Chelsea pada Sabtu pekan lalu. Aksi rasisme mendapatkan perhatian juga dari lembaga sepak bola Eropa, UEFA.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.