Gelombang Kecaman atas Pembangkangan Kiper Kepa Arrizabalaga

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga. (ecpress.co.uk)

    Kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga. (ecpress.co.uk)

    TEMPO.CO, Jakarta - Aksi pembangkangan kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga, yang tidak mau diganti oleh pelatih Maurizio Sarri di final Piala Liga Inggris menghadapi Manchester City di Stadion Wembley, Minggu, menuai reaksi keras.

    Itulah insiden paling aneh yang pernah terlihat di pertandingan final yang berakhir dengan kemenangan Manchester City 3-4 melalui adu penalti. Dampak dari peristiwa tersebut diperkirakan akan serius bagi Arrizabalaga maupun pelatih Sarri.

    Baca: Kepa Arrizabalaga Melawan Sarri, Begini Cerita Lengkapnya

    Berikut ini adalah beberapa reaksi atas peristiwa yang melibatkan Sarri dengan kiper termahal di dunia itu, seperti yang dikutip BBC:

    Mantan penyerang Chelsea, Chris Sutton:
    "Kepa jangan bermain lagi untuk Chelsea. Pertandingan itu seharusnya menjadi pertandingan terakhir bagi dia bersama kostum Chelsea. Ia memang memalukan. Saya belum pernah melihat kejadian seperti ini. Kepa yang harus dipecat, bukan Sarri."

    Mantan pemain tengah tim nasional Inggris, Jermain Jenas:
    "Bagi pemain yang benar-benar menantang Sarri di depan umum tidak akan mendapat tempat bersama saya."

    Vincent Kompany, kapten Manchester City kepada Sky Sports:
    "Saya tahu kalau Willy Calaberro adalah kiper yang bagus untuk adu penalti. Terakhir kami juga menang bersama dia, jadi saya sebenarnya tidak ingin dia masuk. Akhirnya memang tidak terjadi."

    John Terry, mantan kapten Chelsea kepada Sky Sports: "Akan sangat menarik untuk melihat nanti apakah Kepa akan dimainkan pada pertandingan berikutnya."

    Garry Lineker, mantan kapten tim nasional Inggris dan sekarang presenter BBC dalam cuitannya:
    "Wow.. ini gila. Saya tidak yakin kalau saya pernah melihat seorang pemain menolak untuk diganti."

    Jamie Redknapp, mantan pemain tengah tim nasional Inggris, kepada Sky Sports:
    "Ketika nomor anda keluar, anda harus meninggalkan lapangan, meski itu menyakitkan. Anda harus menghormati rekan anda yang akan menggantikan. Sarri mengambil keputusan bukan tanpa sebab. Ia menggantikan dia karena mengalami kram dua kali di lapangan. Saya merasa kasihan kepada Sarri. Dalam situasi seperti itu, sikap itu adalah pembunuh dan tentu sangat berat bagi dia."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.