Ini Momennya Leroy Sane Bersinar, Manchester City Bisa Juara

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gelandang Manchester City, Leroy Sane melakukan tendangan saat mencetak gol ke gawang Cardiff dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, 4 April 2019. REUTERS/Phil Noble

    Gelandang Manchester City, Leroy Sane melakukan tendangan saat mencetak gol ke gawang Cardiff dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, 4 April 2019. REUTERS/Phil Noble

    TEMPO.CO, Jakarta - Leroy Sane tak bisa ditahan lagi dari sayap.  Dinihari tadi waktu Indonesia, Kamis 4 April 2019, di Stadion Etihad, Manchester, Sane mencetak satu dari dua gol kemenangan 2-0 Manchester City melawan Cardiff City.

    City kembali ke puncak klasemen Liga Primer Inggris. Meski hanya unggul satu poin dari Liverpool pada enam pertandingan terakhir Liga Primer musim 2018-2019 ini, Sane dan kawan-kawan berpeluang membawa City mempertahankan gelar juara liga domestik.

    Senin, 25 Maret lalu, di Johan Cruyff Arena, Amstedam, Sane juga mencetak satu gol ketika membela Jerman mengalahkan Belanda 3-2 pada kualifikasi Grup H Euro 2020. Sane cs pun menyampaikan isyarat Jerman siap bangkit setelah terpuruk di Piala Dunia 2018.

    Leroy Sane, 23 tahun, anak dari mantan pemain tim nasional Senegal, Souleyman Sane, dan peraih medali senam Olimpiade dari Jerman, Regina Weber, tak bisa ditahan lagi oleh pelatih Jerman, Joachim Low, untuk menjadi penting, setelah Low menyia-nyiakannya sebelum berangkat ke Rusia 2018.

    Saat mencoret Sane sebelum Jerman berangkat ke Rusia untuk tampil dalam putaran final Piala Dunia tahun lalu, Joachim Low bilang ia membutuhkan pemain sayap yang lebih berpengalaman. Itulah yang membuat pelatih Jerman ini mencoret pemain Manchester City, Leroy Sane, dari skuad 23 pemainnya untuk Piala Dunia 2018.

    Sane adalah peraih penghargaan pemain muda terbaik Liga Primer Inggris 2017-2018 dan berperan penting membawa Manchester City memenangi Liga Primer musim 2017/18 itu. Itulah sebabnya pencoretan Sane oleh Low mengejutkan banyak pihak.

    Dalam konferensi pers, Low tidak secara langsung menjelaskan mengapa ia mencoret Sane. Ia hanya mengatakan memilih pemain depan Bayer Leverkusen, Julian Brandt, sebagai salah satu pemain di posisi sayap.

    “Kami punya sejumlah pemain bagus di sayap pada Thomas Muller dan Marco Reus. Julian Draxler bermain bagus pada Piala Konfederasi (2017 di Rusia) dan membuat kemajuan di sana,” kata Low, Senin, 4 Juni 2018.

    “Itu adalah keputusan yang sulit untuk memilih di antara Leroy Sane dan Julian Brandt. Keduanya punya kualitas hebat dan bagus dalam duet satu lawan satu,” Low melanjutkan.

    "Julian Brandt ada di Piala Konfederasi dan tampil kuat di beberapa pertandingan dan saat mengikuti pemusatan latihan. Leroy Sane punya bakat besar. Itu tidak diragukan dan ia akan kembali bersama tim September mendatang,” Low menjelaskan.

    Saat itu, Sane sudah membela tim nasional Jerman 12 kali, tapi belum mencetak gol. Soal produktivitas ini kontras dengan yang dilakukannya di Manchester City.

     Kyle Walker, bek kanan tim nasional Inggris dan rekan satu tim Sane di Manchester City, terkejut dengan pencoretan rekannya itu. Walker mengungkapkannya di Twitter dengan mengunggah fotonya di lapangan sedang menyemprotkan air dari mulutnya dan tulisan, “Ketika anda mendapati @LeroySane19 tidak pergi ke Piala Dunia.’

    Sane menanggapi pernyataan Walker dengan nada humor, “Well anda beruntung tidak akan menghadapi saya bro @kylewalker2.”

    Dan, benar, Inggris bisa melenggang sampai ke semifinal Piala Dunia 2018. Low dan pasukan Jermannya? Lolos dari fase grup pun tidak. Ini memalukan untuk tim juara bertahan.

    Dalam pemusatan latihan di Austria menjelang berangkat ke Rusia 2018, sempat beredar Low kurang suka dengan perangai Leroy Sane yang terkesan arogan. Pemain hebat menang penuh percaya diri dan kini Low sudah mengesampingkan faktor nonteknis itu.

    Dan, jika tak ada bahaya cedera menghampiri lagi, Pep Guardiola bisa memetik hasil panen lebih tinggi musim ini dari kemencuatan Leroy Sane, melalui tusukan kilat dari sayap maupun gebrakan cepat dari tengah. Bersama Leroy Sane, Pep Guardiola bisa memborong empat gelar musim ini, di liga, dua piala liga-asosiasi, dan Liga Champions Eropa.

    Leroy Sane, pemain sayap dan penyerang terkemuka Jerman ini, setelah era Marco Reus, Andre Schurrle, Lukas Podolski, Thomas Muller, Philipp Lahm, Pierre Litbarski, dan Jurgen Grabowski.

    Kontrak Leroy Sane di Manchester City akan berakhir pada 2021. Tapi, sejak sekarang City sudah bertekad mempertahankan pemain yang direkrutnya dari Schalke 04 pada 2016 ini dengan iming-iming menaikkan gaji per pekannya dari 65 ribu pound sterling menjadi 100 ribu pound alias Rp 1,87 miliar per minggu.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?