PSS Sleman Vs Persija 0-0, Seto Akui Timnya Sulit Menang

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro. (liga-indonesia.id)

    Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro mengakui kualitas pemain Persija Jakarta membuat tim asuhannya kesulitan memenangi laga pekan ke-24 Liga 1 Indonesia di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis malam. Kedua tim hanya bermain imbang 0-0.

    "Saya pikir Persija seperti yang saya bilang di awal memang sangat menyulitkan kami untuk bisa memenangkan pertandingan ini," kata Seto saat jumpa pers seusai laga.

    Hasil seri itu membuat Tim Super Elang Jawa kehilangan 2 poin dan hanya membawa pulang satu poin. "Tapi satu poin tetap penting," kata Seto bersyukur.

    Laga pekan ke-24 Liga 1 di Stadion Maguwoharjo, bagi Seto, menunjukkan kualitas, pengalaman, dan kedewasaan dalam bermain para skuad Macan Kemayoran. Kematangan Persija, menurutnya, membuahkan banyak peluang.

    Di sisi lain, kata dia, para punggawa PSS juga memiliki daya juang yang cukup bagus di lapangan meski masih banyak evaluasi dari laga yang berakhir seri itu.

    "Tapi bagaimanapun harapan saya banyak pemain dari kami belajar bagaimana bermain bola dengan dewasa, dengan efektif," kata dia.

    Seto mengaku sengaja menurunkan Jajang Sukmara menggantikan posisi bek PSS Derry yang masih cedera berdasarkan pengalaman bermainnya.

    "Sebenarnya bukan masalah Derry cedera atau tidaknya tapi saya melihat pengalaman Jajang untuk bisa bermain di situ," kata dia.

    Sementara itu, bek PSS Sleman Asyraq Ghufran bersyukur atas satu poin yang didapat dari laga kontra Persija. Capaian itu, menurutnya, penting untuk bekal laga berikutnya.

    "Mungkin dewi fortuna belum berpihak pada PSS Sleman. Tapi teman-teman sudah berjuang maksimal," kata dia.
     

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Kasus Peretasan, dari Rocky Gerung hingga Pandu Riono

    Peretasan merupakan hal yang dilarang oleh UU ITE. Namun sejumlah tokoh sempat jadi korban kasus peretasan, seperti Rocky Gerung dan Pandu Riono.