Liga 1: Bek Naturalisasi di Tira Persikabo, Ini Penilaian RD

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Tira Persikabo, Rahmad Darmawan di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu, 12 Oktober 2019. TEMPO/Irsyan

    Pelatih Tira Persikabo, Rahmad Darmawan di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu, 12 Oktober 2019. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih Tira Persikabo, Rahmad Darmawan, memberikan pujian terhadap perkembangan pemain belakang Zoubairou Garba yang dinilai sudah memberikan kontribusi yang bagus terhadap tim.

    Pemain naturalisasi asal Kamerun itu mendapat kepercayaan dari Rahmad untuk mengisi tempat yang ditinggalkan Andy Setyo guna berduet dengan Khursed Beknazarov di benteng pertahanan Laskar Padjajaran.

    Zoubairou selalu menjadi pilihan Rahmad dalam empat laga terakhir yang dilakoni Tira Kabo, di antaranya melawan Arema FC, Madura United, dan Persebaya Surabaya.

    "Saya berharap dia terus bisa menjaga performa karena tiga pertandingan dia lalui dengan baik, nyaris sedikit sekali membuat kesalahan. Saya pikir satu perkembangan yang bagus untuk dia dan untuk tim," ucap RD, sapan Rahmad.

    Sedangkan Zoubairou mengaku lebih semangat untuk unjuk kemampuan seiring datangnya kepercayaan yang diberikan pelatih. Namun, ia mengaku tak mau cepat puas karena harus terus memperbaiki kesalahan dari setiap pertandingan sebelumnya.

    "Saya semakin kita dikasih kepercayaan, semakin kita lebih semangat dan seperti yang lain bisa kasih lebih kemampuannya. Saya tidak bisa menilai diri saya, tapi saya bisa introspeksi diri," ujarnya.

    "Setiap pertandingan saya selalu introspeksi diri atau cari lihat game, misalnya game terakhir saya mainkan bagaimana, agar lebih baik dan memperbaiki kesalahan yang kemarin," jelas pemain belakang Tira Persikabo ini.

    LIGA INDONESIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.