Liga 1 akan Finis, Satgas Antimafia Bola Tingkatkan Pengawasan

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Enam tersangka kasus mafia bola saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 28 November 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Enam tersangka kasus mafia bola saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 28 November 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta- Kepala Satgas Antimafia Bola Jilid 2, Brigadir Jendera (Pol) Hendro Pandowo, mengatakan bakal meningkatkan pengawasan untuk setiap pertandingan seluruh jenjang kompetisi di Indonesia menjelang berakhirnya musim 2019. Ia menyebutkan  seluruh anggota Satgas Antimafia Bola rutin melakukan monitoring dan pengawasan khususnya untuk pertandingan di Liga 1.

    "Kami terlibat dipersiapan untuk setiap pertandingan," ungkao Hendro saat dihubungi Tempo, Rabu, 11 Desember 2019.

    Menurut dia, anggota satgas lebih intens memerikan peringatan menjelang penghujung kompetisi ke panitia pelaksana, pelatih, dan manajer klub untuk tidak melakukan match fixing. Hendro mengatakan di setiap pertandingan selalu ada anggota satgas yang memantau di pinggir lapangan. "Di samping juga ada masukan dari masyarakat melalui call center, ada laporan maka kita tindak lanjuti," kata dia.

    Temuan terakhir Satgas Antimafia Bola, kata, dia yakni upaya pengaturan skor laga Persikasi Bekasi melawan Perses Sumedang. Menurut Hendro, dalam kasus itu telah ditahan enam orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. "Tapi indikasinya bisa jadi ada partai lain yang terjadi match fixing," kata dia.

    Hendro berharap supaya seluruh pihak di bidang sepak bola untuk menghentikan seluruh budaya negatif berupa pengaturan skor. Ia memgatakan selain melalukan penangkapan, juga dilakukan langkah pencegahan supaya klub tidak lagi memberikan uang kepada wasit untuk mempengaruhi hasil pertandingan. "Dengan adanya penangkapan baik oleh Satgas Antimafia Bola jilid 1 maupun 2 harus distop budaya negatif itu, semoga tidak ada lagi," kata dia.

    Ia mengatakan masa tugas dari Satgas Antimafia Bola bakal berakhir pada 21 Desember 2019. Untuk enam tersangka yang telah ditangkap, kata Hendro, bakal dilakukan pelimpahan berkas ke jaksa penuntut umum. "Penyerahan itu supaya bisa disidangkan," ucap dia.

    Menurut Hendro, sebelum masa tugas Satgas Antimafi Bola berakhir, bisa jadi mereka bakal bertemu dengan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule untuk bisa menyampaikan hasil kerja yang telah dilakukan. Ia mengatakan bisa memberikan data ke PSSI perihal potensi kerawanan dan pos yang perlu diperbaiki untuk mendapatkan kompetisi yang berkualitas. "Sekedar masukan juga tidak ada masalah," kata dia.

    Ia mengatakan belum sempat bertemu dengan Iwan Bule karena pasca pelantikan sebagai Ketua Umum PSSI langsung disibukkan dengan persiapan SEA Games 2019. Hendro juga mendapatkan informasi bahwa Iwan Bule dan Wakil Ketua Umum PSSI Cucu Sumantri masih berada di Manila. "Tidak menutup kemungkinan apa yang kita kerjakan perlu juga disampaikan ke PSSI karena Satgas Antimafia Bola hanya lokomotif," ungkap dia

    Satgas Antimafia Bola, kata dia, hanya berupaya supaya pihak seperti pelatih, pemain, manajer klub, dan wasit tidak lagi terlibat pengaturan skor. Hendro mengaku prihatin dengan raibnya prestasi atlet yang harus dicapai dengan latihan bertahun-tahun hanya karena kibaran bendera wasit yang telah mendapatkan uang. "Itu akan membuat motivasi pemain luntur," kata dia.

    IRSYAN HASYIM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?