Madura United: Los Galacticos Liga 1 yang Kewalahan Dipepet Lawan

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain bola Madura United Andik Vermansyah (kanan) melakukan selebrasi bersama rekan setimnya. ANTARA/Saiful Bahri

    Pemain bola Madura United Andik Vermansyah (kanan) melakukan selebrasi bersama rekan setimnya. ANTARA/Saiful Bahri

    TEMPO.CO, Jakarta - Madura United dijuluki Los Galacticos-nya Indonesia pada awal Liga 1 2019, dengan kumpulan pemain bintang yang mereka miliki sehingga mengingatkan kepada Real Madrid. Madura juga sempat memimpin klasemen. Tapi, kini menjelang kompetisi berakhir, mereka melorot ke posisi keenam.

    Apa yang terjadi dengan Real Madrid-nya Indonesia ini? Pada awal kompetisi Liga 1 tahun 2019, Madura United sangat aktif dalam proses perekruta pemain. Diawali dengan keberhasilan mendapatkan pencetak gol terbanyak Liga 1 2018, Alexandar Rakic, Madura United kemudian berhasil menggaet pemain yang  selalu menjadi langganan tim nasional.

    Tercatat, sebanyak 10 pemain yang langganan dalam skuad Timnas Indonesia di segala kelompok usia. Dimulai dari Satria Tama, Kadek Raditya dan Syahrian Abimanyu (Timnas U22), M. Ridho Jazuli, Andik Vermansyah, Zulfiandi, Albeto Concalves, Greg Nwokolo, Alfath Fathier dan Fachruddin W Aryanto.

    Komposisi pemain tersebut menjadikan Madura United dilabeli sebagai pemain bertabur bintang dan Los Galaticos oleh sebagian besar netizen. Bahkan, meski label tersebut selalu ditolak oleh manajemen Madura United, namun terus digaungkan sejumlah media-media.

    Pelatih tim lawan juga  selalu memandang Madura United sebagai tim bertabur bintang yang harus dihadapi dengan semangat lebih besar dengan target mengaIahkan mereka dengan cara apa pun.

    ”Sangat jarang kami menjaIani pertandingan yang bertemu lawan dengan permainan terbuka. Dalam setiap pertandingan, penguasaan bola selalu menjadi milik Madura United di mana pun bertanding. Lawan seringkali bermain bertahan dengan mengandalkan serangan balik,” kata AIexandar Rakic.

    Adalah Rakic menjadi salah satu pemain Madura United yang mengaku mengalami tekanan lebih berat dalam menjalani pertandingan karena pengawal ketat ketat lawan.

    Seiring tekanan ketat lawan, di dalam tubuh tim Madura United juga mengalami pressing yang berat sehingga “memakan korban” pelatih asal Serbia, Dejan Antonic, yang harus rela untuk dipecat dan digantikan asisten pelatihnya, Rasiman.

    Setelah cukup lama bertengger di puncak klasemen dan banyak menang di kandang lawan, Madura United seperti kehabisa stamina. Performa mereka lantas menurun dan gelar juara direbut Bali United.  

    MADURAUNITEDFC.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?