4 Informasi Penting Soal Odion Ighalo, Pemain Baru Man United

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Odion Ighalo. (bleacherreport.com)

    Odion Ighalo. (bleacherreport.com)

    TEMPO.CO, JakartaManchester United membuat kejutan di hari terakhir bursa transfer, Jumat, 31 Januari 2020. Mereka meminjam Odion Ighalo, penyerang Nigeria berusia 30 tahun, dari Shanghai Shenhua (Cina). Ighalo dipinjam MU hingga akhir musim 2019-2020 ini, tanpa dibarengi opsi pembelian.

    Lantas kenapa United tertarik merekrutnya?

    MU saat ini tengah mengalami krisis penyerang. Marcus Rashford cedera dan harus absen hingga dua bulan. Karenanya, Ighalo dianggap bisa menjadi solusi sementara.
    Ighalo baru akan terbang ke Manchester akhir pekan ini. Ia akan menjalani tes medis dan merampungkan persyaratan lain kepindahannya.

    Berapa dana yang dikeluarkan MU?

    Menurut Daily Mail, Ighalo punya gaji 300 ribu pound sterling atau sekitar Rp 5,4 M per pekan dari Shanghai, hampir setara Paul Pogba dan David de Gea. MU sudah meminta keringanan kepada Shanghai dan sudah dikabulkan. Mereka hanya akan membayar sepertiga gaji itu, sekitar Rp 1,8 miliar per pekannya. Tapi, MU harus membayar biaya peminjaman sekitar Rp 72 miliar.

    Seperti apa kehebatan Ighalo?

    Ia pernah memperkuat klub Liga Inggris Watford pada 2015 hingga 2017. , setelah mencetak 40 gol dari 100 penampilan di semua kompetisi bersama Watford. Di Cina, ia juga mencetak 36 gol di semua kompetisi dalam dua musim bersama Changchun Yatai dan mencetak 10 gol untuk Shenhua musim lalu.

    Lalu, apa komentar pelatih Ole Gunnar Solskjaer soal Odion Ighalo?

    "Odion adalah pemain yang berpengalaman. Dia akan memberi kami pilihan jenis penyerang tengah yang berbeda untuk jangka pendek," kata Solskjaer, Jumat. "Anak yang hebat dan sangat profesional, dia akan memanfaatkan waktunya di sini."

    METRO | MIRROR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.