Hindari Terkena Flu, Skuad Persib Bandung Divaksin di Bio Farma

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi pemain Persib, Geoffrey Castillion (tengah), saat melawan Melaka United. (persib.co.id)

    Aksi pemain Persib, Geoffrey Castillion (tengah), saat melawan Melaka United. (persib.co.id)

    TEMPO.CO, Bandung - Skuad Persib Bandung menjalani vaksinasi di Bio Farma, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Senin, 3 Februari 2020, pagi. Seluruh pemain Persib tampak terlihat memasuki ruangan vaksin, tidak terkecuali pemain asal Belanda yang sedang mengikuti tes di Persib, Geoffrey Castillion.

    Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, mengatakan jenis vaksin yang disuntikkan ke bagian tubuh pemain Persib merupakan vaksin influenza (flu bio). Honesti mengatakan dengan asupan vaksin flu bio ini diharapkan penggawa Persib bisa terhindar dari penyakit influenza.

    "Kita ingin support tim kebanggaan Bandung. Dengan vaksin ini, diharapkan mereka bisa fit, stamina bisa bagus karena kita tahu mereka sebentar lagi akan mengikuti kompetisi. Kita harapkan mereka bisa juara," ujar Honesti.

    Honesti menyalakan flu bio pun bisa jadi salah satu vaksin untuk menangkal novel coronavirus (NcoV)  atau virus Corona yang kini tengah marak terjadi. "Kalau daya tahan tubuh bagus insyaallah virus tidak akan masuk," ujarnya.

    Dokter tim Persib Bandung, Raffi Ghani, mengatakan pemberian vaksinasi terhadap tim Persib merupakan sebagai upaya pencegahan terhadap berbagai macam serangan penyakit flu saat skuad berjulukan Maung Bandung mengarungi kompetisi Liga 1 2020, mendatang. "Memang vaksin ini dibutuhkan oleh pelatih, tim dan ofisial. Semoga kita bisa mendapatkan hasil maksimal. Memang ini vaksin influenza agar pemain bisa mendapatkan antibody jadi kalau ada serangan virus, tidak akan separah dibandingkan yang tidak divaksin," katanya.

    AMINUDDIN A.S.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.