Lawan Pandemi Virus Corona, PSS Sleman Lelang 30 Baju Pemain

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain PSS Sleman, Irfan Bachdim. (Tempo/Pribadi Wicaksono)

    Pemain PSS Sleman, Irfan Bachdim. (Tempo/Pribadi Wicaksono)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Laskar Elang Jawa PSS Sleman mengumumkan melelang 30 baju para pemainnya untuk membantu penanggulangan pandemi virus corona (COVID-19) di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta mulai awal hingga pertengahan April ini.

    Seluruh hasil lelang ini bakal didonasikan PSS Sleman untuk penyediaan alat pelindung diri (APD) bagi kalangan tenaga medis yang bertugas menangani pasien Covid-19 di rumah sakit wilayah DI Yogyakarta yang membutuhkan.

    Lelang puluhan jersey pemain PSS Sleman yang berlaga di musim kompetisi Liga 1 2019 dan 2020 itu akan dilangsungkan selama hampir sepekan, mulai Selasa-Senin, 7-13 April 2020. Penawaran terbka setiap baju dibuka mulai dari harga Rp 550 ribu.

    "Jersey yang kami lelang ada 30 dan semuanya merupakan jersey pemain saja, tidak ada punya pelatih," ujar Ofisial Media PSS Sleman, Ardita Nuzulkarnaen Azmi, kepada Tempo 6 April 2020.

    Ardi mengatakan tidak ada target khusus dalam agenda lelang baju ini. Misalnya soal target harus berapa baju terlelang atau berapa donasi yang harus bisa dikumpulkan.

    "Tak ada target khusus, mengalir saja. Target kami yang penting ikut berkontribusi untuk para tenaga kesehatan yang sedang berjuang melawan Covid-19," ujarnya.

    Agenda lelang ini juga sudah diumumkan PSS Sleman melalui akun media sosial resmi klub. Bagi pecinta PSS yang tak ikut lelang juga diberi kesempatan untuk mengirim donasi.

    Sebelumnya suporter militan PSS dari ordo Brigata Curva Sud melalui akun media sosial resminya juga mengumumkan telah menyerahkan bantuan berupa perlengkapan kesehatan seperti
    baju hazmat atau hazardous materials kepada RSUD Sleman.

    PSS Sleman sendiri akibat pandemi ini juga memperpanjang libur para pemain sampai 29 Mei 2020 nanti. Hal ini menyusul keputusan PSSI yang menghentikan Liga 1 dan Liga 2 2020 dari Maret hingga Juni 2020.

    Liga 1 sendiri rencananya akan dilanjutkan pada 1 Juli 2020 mendatang bergantung pada perkembangan pandemi corona. 

    Manajer PSS Sleman, Danilo Fernando menyatakan akibat wabah ini manajemen PSS juga mengikuti kebijakan dari PSSI terkait masalah gaji pemain.

    Pemain PSS masih mendapatkan gaji penuh alias 100 persen pada bulan Maret. Namun untuk gaji bulan April, Mei dan Juni hanya sebesar 25 persen yang dibayarkan menyusul sama sekali tak ada laga yang dijalani.

    Selama kompetisi dihentikan, pemain PSS Sleman telah diminta melakukan latihan mandiri di rumah masing-masing dengan tetap dalam pantauan tim pelatih. Selama diliburkan, para pemain PSS Sleman diberi program latihan yang mengarah untuk menjaga kondisi fisik.

    PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Kantor dan Tempat Kerja

    BPOM melansir panduan penerapan new normal alias tatanan baru. Ada sembilan rekomendasi agar pandemi tak merebak di kantor dan tempat kerja.