Robin van Persie Sebut Sir Alex Ferguson adalah Manajer Super

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Striker Robin van Persie bertepuk tangan usai berakhirnya pertandingan melawan Arsenal di laga terakhir kandang di Old Trafford, Manchester, Inggris, 17 Mei 2015. Laga terakhir kandang Manchester United menjamu Arsenal, setan merah meraih poin satu usai berakhir seri 1-1. REUTERS

    Striker Robin van Persie bertepuk tangan usai berakhirnya pertandingan melawan Arsenal di laga terakhir kandang di Old Trafford, Manchester, Inggris, 17 Mei 2015. Laga terakhir kandang Manchester United menjamu Arsenal, setan merah meraih poin satu usai berakhir seri 1-1. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Robin van Persie telah menghabiskan delapan musim di Arsenal di bawah Arsene Wenger. Setelah itu, ia pindah ke Manchester United pada 2012 saat ditangani Sir Alex Ferguson kemudian Louis van Gaal.

    Legenda sepak bola Belanda ini mempunyai penilaian tersendiri untuk tiga mantan bosnya itu. Di antara tiga manajer itu, Van Persie menganggap Ferguson yang terbaik. Ia mengaku kaget saat pelatih asal Skotlandia itu memutuskan pensiun dari jabatannya sebagai pelatih MU pada 2013.

    "Ferguson benar-benar seorang manajer super," kata mantan pemain ini. "Sangat brilian, bagaimana dia selalu membuat seluruh pasukan senang dan fokus."

    Untuk bekas bosnya di Arsenal, Van Persie punya penilaian, "Wenger adalah kombinasi dari Ferguson dan Van Gaal. Arsene selalu menekankan semua hal positif dan dia melihat apa yang akan berhasil untuk jangka panjang."

    Ia kemudian melanjutkan, "Secara taktik, di (Van Gaal) adalah seorang jenius. Anda tidak dapat menyangkap hal itu. Saya memiliki manajer yang memiliki kekuatan sendiri."

    Mantan pelatih Manchester United Alex Ferguson saat berada di karpet merah dalam premiere film "Ronaldo" di Leicester Square, London, 9 November 2015. Joel Ryan/Invision/AP

    Van Persie lantas kembali menegaskan, "Tapi Ferguson benar-benar manajer super."

    Pekan lalu, Sunday Mirror Sport, mengungkapkan bagaimana Wayne Rooney menilai Van Gaal sebagai manajer terbaik yang pernah bekerja bersamanya. Menurut dia, Man United salah telah memecatnya setelah dua tahun di Old Trafford. Pemecatan itu dilakukan kurang dari 24 jam setelah The Reds memenangkan Piala FA.

    Pada saat itu, Man United berada di urutan kelima di Liga Primer Inggris. Berbeda dengan pandangan Rooney, menurut Van Persie, akhir itu tidak terhindarkan untuk Louis van Gaal.

    "Manchester United benar-benar binatang buas dari klub. Sangat sulit untuk semua orang di sana," ujar Van Persie. "Saya telah bermain untuk Arsenal. Penggemar mereka menyukainya jika kami memainkan sepak bola yang indah dan memenangkan banyak pertandingan."

    Pelatih Manchester United, Louis van Gaal berjalan di belakang pelatih Arsenal Arsene Wenger saat bertanding di Liga Premier Inggris di stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, 28 Februari 2016. REUTERS

    Dia menambahkan, "Di United, Anda harus menang. Anda harus bermain sepak bola yang bagus. Anda harus menyerang dengan pemain sayap, tetapi yang terpenting Anda harus menang. Jika semuanya berjalan dengan baik, itu adalah tempat paling indah di dunia ini, di mana Anda berada."

    "Tapi jika semuanya tidak berjalan baik? Sulit. Saya sendiri pernah mengalaminya."

    "Tahun pertamaku bagus (di Man United). Tahun kedua kurang baik, dan kemudian Anda sendiri, kadang-kadang sulit dan kesepian. Ini sangat sulit," ujarnya.

    David Moyes, Van Gaal, dan Jose Mourinho, semuanya dipecat dalam tujuh tahun sejak Ferguson mengejutkan Van Persie dengan pensiun yang dia ambil pada musim panas 2013."

    Van Persie menilai pelatih-pelatih yang menjadi penerus Fergie mempunyai pekerjaan yang mustahil karena waktu adalah hal terpenting.

    "Louis tiba segera setelah Ferguson di Man United, Moyes menjadi manajer singkat di antara keduanya. Jadi Louis harus melanjutkan dengan pemain yang dibeli Moyes dan pemain yang berasal dari era Ferguson."

    "Namun, Louis juga ingin membuat tanda sendiri di Manchester. Jadi empat, lima pemain tiba. Di Maria, Falcao, Schweinsteiger. Pada saat yang sama dia ingin menanamkan filosofinya sendiri ke dalam tim," tutur Van Persie.

    "Waktu yang diperlukan, dan waktu adalah sesuatu yang tidak Anda dapatkan di Man United. Di Arsenal, dia akan melakukannya. Di Tottenham dia bisa mendapatkannya, tapi di Real Madrid, Barcelona, Manchester United, Anda tidak pernah punya waktu."

    Van Persie menambahkan, "Louis menganggap trofi terbaik yang dia menangkan dalam kariernya adalah ketika dia memenangkan Piala FA bersama Man United."

    "Mengetahui mereka sedang mendiskusikan pemecatannya jauh sebelum itu, saya bisa mengerti kata-katanya sedikit. Tapi, di sisi lain, saya tidak mengerti sama sekali. Itu tentu saja bukan trofi terbaik menurut saya."

    "Dia telah memenangkan Liga Champions, Piala Dunia Klub, dan memenangkan liga di Spanyol dan Jerman. Saya menolak mempercayai dia menganggap Piala FA adalah piala terbaik. Apakah petualangan di Manchester United ini terjadi terlalu cepat baginya setelah Piala Dunia?," dia melanjutkan.

    "Saya sudah bertanya pada diriku sendiri. Paling tidak yang bisa Anda katakan adalah bahwa hal-hal yang tidak berjalan semulus yang mereka lakukan dengan pelatih Belanda."

    "Louis dan tim sama-sama dikritik. Saya tidak berpikir kami memiliki banyak pemain yang buruk dan kami memiliki kinerja yang baik. Tapi kami tidak mendapatkan banyak hasil," kata mantan pemain Manchester United ini.

    MIRROR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.