5 Berita Liga 1 Hari Ini: Persib, Arema, Persela, PSS, Bali Utd

Reporter:
Editor:

Nurdin Saleh

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nick Kuipers merayakan gol kemenangan. PERSIB.co.id/Rivan  Mandala

    Nick Kuipers merayakan gol kemenangan. PERSIB.co.id/Rivan Mandala

    TEMPO.CO, Jakarta - Berita bola pada Kamis, 2 Juli 2020, menampilkan perkembangan terbaru dari pemain dan klub-klub Liga 1. Ada kabar soal Persib Bandung, Arema FC, PSS Sleman, Persela Lamongan, dan Bali United.

    Inilah berita selengkapnya:

    Nick Kuipers Siap Berlatih Bersama

    Pemain bertahan Persib Bandung Nick Kuipers menyatakan siap untuk kembali menjalani latihan bersama. Bek asal Belanda itu mengaku dalam kondisi fit. Ia pun tidak mengalami masalah kebugaran karena berlatih secara rutin dalam tiga bulan terakhir.

    Kuipers menyambut baik rencana tim mengggelar program persiapan menghadapi Liga 1 2020 yang akan berlanjut pada Oktober nanti. Menurutnya, latihan bersama yang akan dimulai pekan depan membuat para pemain lebih fokus menatap kompetisi.

    "Saya pikir memulai lagi (kompetisi) pada bulan Oktober adalah hal yang baik. Semua mulai kembali dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Kami bisa fokus kembali kepada sepakbola," kata pemain asal Belanda ini, seperti dikutip laman Persib, Rabu, 1 Juli 2020.

    "Kembali berlatih tidak masalah, kami melakukan banyak latihan juga dengan bola (menjaga sentuhan). Tapi semua akan lebih baik setelah kembali berlatih bersama."

    Kuipers adalah satu-satunya pemain asing Persib yang tidak pulang ke negaranya selama masa pandemi Corona. Ia memilih menetap di Banding dan menjalani latihan secara mandiri. "Saya tinggal di Indonesia fokus pada liga dan memulai sepakbola lagi," kata pemain asal Belanda itu.

    Spasojevic Fit Dan Siap Bersaing

    Kompetisi Liga 1 2020 akan dilanjutkan pada bulan Oktober mendatang. Kabar ini disambut baik oleh penyerang Bali United Ilija Spasojevic.

    Spaso mengaku kondisinya cukup baik karena rutin berlatih termasuk dengan pemain-pemain lainnya di Lapangan Gelora Tri Sakti, Legian.

    Pemain Bali United, Ilija Spasojevic.(instagram/@spaso_87)

    Ayah dua anak itu mengaku kondisi fisiknya cukup baik selama kompetisi hiatus. “Kondisi fisik saya bagus karena saya tetap latihan tiga sampai empat kali seminggu. Saya punya program latihan yang berbeda-beda. Terkadang saya fokus di gym dan beberapa kali juga mulai lari di pantai,” kata dia.

    “Tapi latihan yang selama ini saya lakukan jelas tidak lebih baik ketika bersama tim. Saya harap secepatnya liga bergulir dan kami bisa mulai latihan lagi.”

    Mantan pemain Melaka FA tersebut ingin liga kembali dilanjutkan. Menurut Spaso, apapun keputusan yang dibuat oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB), dia siap mendukung. “Yang penting liga bisa jalan. Kami siap mematuhi protokol kesehatan. Wacana sentralisasi di Pulau Jawa, saya juga siap asal liga bisa jalan lagi,” kata dia.

    Spaso juga mengomentari soal wacana regulasi untuk memainkan pemain U-19. Aturan itu akan membuat persaingan untuk merebut posisi sebagai pemain nomor sembilan bakal semakin ketat.

    Di musim ini, Spaso bersaing dengan Lerby Eliandri sebagai goal getter utama. Sekarang, ada sosok I Kadek Dimas Satria dan peluangnya untuk tampil juga cukup lebar jika regulasi tersebut jadi disahkan.

    Praktis, persaingan sebagai pemain nomor sembilan di Bali United sangat menarik karena ketiga pemain tersebut berkewarganegaraan Indonesia termasuk Spaso yang sudah menjadi WNI sejak akhir 2017. Baginya, persaingan untuk menjadi penyerang utama Bali United bukan menjadi masalah.

    “Apapun regulasinya termasuk regulasi U-19 saya dukung. Tidak masalah. Kalau tidak ada persaingan, bukan sepak bola namanya,” tutup pemain yang merengkuh gelar juara Liga 1 2017 bersama Bhayangkara FC tersebut.

    Selanjutnya: Kabar PSS Sleman dan Arema FC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Rp 28,5 Triliun untuk Gaji Ke-13 di Bulan Agustus 2020

    Pemerintah menyalurkan gaji ke-13 PNS pada Senin, 10 Agustus 2020. Ada sejumlah kelompok yang menerima gaji itu dari anggaran Rp 28,5 triliun.