Ryan Giggs Ditangkap Polisi, Pengumuman Skuad Timnas Wales Ditunda

Reporter:
Editor:

Rina Widiastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelatih Timnas Wales, Ryan Giggs. Reuters/Andrew Boyers

    Pelatih Timnas Wales, Ryan Giggs. Reuters/Andrew Boyers

    TEMPO.CO, Jakarta - Masa depan Ryan Giggs sebagai pelatih timnas Wales menjadi tanda tanya setelah dia ditangkap polisi dengan tuduhan melakukan penganiayaan terhadap pacarnya, Kate Greville.

    Legenda Manchester United itu ditangkap di kediamannya di Worsley pada Ahad malam, 1 November 2020. Polisi mendatangi rumah senilai 1,7 juta pound sterling setelah mendapat laporan terjadi gangguan.

    Setelah menjalani interogasi berjam-jam, Giggs, 46 tahun dibebaskan dengan jaminan. Dia terlihat keluar dari kantor polisi Pendleton pada Senin sore, kemudian pergi dari sana dengan Mercedes hitam.

    Seorang juru bicara Kepolisian Greater Manchester mengatakan polisi mendapat panggilan pukul 10.05 malam pada hari Minggu, melaporkan adanya gangguan.

    "Seorang perempuan berusia 30-an menderita luka ringan tetapi tidak memerlukan perawatan," kata juru bicara kepolisian itu.

    "Seorang pria 46 tahun ditangkap karena dicurigai melakukan penganiayaan."

    Ryan Giggs dan kekasihnya Kate Greville. thesun.co.uk

    Menyusul penangkapan terhadap Giggs, Federasi Sepak Bola Wales membatalkan pengumuman skuad timnas Wales untuk tiga pertandingan pada November ini. Rencananya pengumuman itu akan dilakukan melalui Zoom pada Selasa pagi.

    "Pengumuman skuad yang dijadwalkan besok, tidak akan dilakukan dan telah ditunda," pernyataan FA Wales.

    Pasca-penangkapan itu, Giggs harus menghadapi CEO FA Wales Jonathan Ford. Belum jelas apakah mantan pemain Man United ini akan melanjutkan tugasnya sebagai pelatih timnas Wales pada pertandingan persahabatan melawan Amerika Serika di Swansea pada 12 November mendatang.

    Setelah laga persahabatan itu, timnas Wales akan menghadapi dua pertandingan untuk UEFA Nations League melawan Iralandia dan Finlandia pada akhir bulan ini.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.