Riedl: Jangan Remehkan Malaysia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Alfred Riedl. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Alfred Riedl. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Jakarta – Pelatih tim nasional Indonesia Alfred Riedl memberi peringatan bahwa laga melawan Malaysia pada babak penyisihan grup Piala AFF 2010 tidak bisa diremehkan.

    Riedl mengakui Malaysia tetap memiliki ketangguhan tersendiri. “Tim (Malaysia) ini sebagian diisi oleh para pemain muda, jika mereka bermain dengan sangat baik akan sangat berbahaya,” katanya saat ditemui seusai latihan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Selasa (30/11).

    Lebih lanjut pelatih asal Austria ini menjelaskan banyaknya pemain Malaysia yang cedera pascapenampilan mereka di Asian Games XVI Guangzhou, Cina, juga tidak menjadi satu keuntungan tersendiri bagi Indonesia. “Para pemain pengganti yang masuk juga memiliki motivasi tinggi, perbedaannya sangat tipis dibandingkan dengan mereka yang digantikan,” katanya.

    Dia pun tidak mempermasalahkan keputusan perubahan peraturan dari Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) terkait masalah pergantian pemain yang baru dibuat untuk mendukung proses pergantian ini. Sebelumnya, Malaysia mengubah enam nama yang terdaftar dalam daftar pemain karena mereka mengalami cedera. Bek andalan Malaysia Mohd Aidil Zafuan Abdul Razak termasuk salah satu pemain yang tidak bisa diturunkan akibat cedera ligamen depan (anterior cruciate ligament).

    Meski demikian, Riedl menyatakan anak-anak asuhnya sudah memiliki bekal yang sangat baik menjelang laga yang akan digelar Rabu (1/12) malam nanti. “Saat ini kondisi tim sudah sangat baik, seluruh pemain sudah sangat termotivasi,” katanya.

    Riedl pun sudah menetapkan keputusan untuk mencoret dua nama yaitu Slamet Riyadi dan Dendi Santoso untuk mendapatkan 22 pemain yang disiapkan. “Ini memang merupakan keputusan yang berat, tetapi harus dibuat,” katanya.

    EZTHER LASTANIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.