Gonzales Pikul Tugas Berat Lawan Filipina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Christian Gonzales. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Christian Gonzales. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Penyerang tim nasional, Christian Gonzales punya tugas berat saat pertandingan semifinal Piala AFF melawan Filipina Kamis (16/12). Pasalnya, pelatih tim nasional Alfred Riedl akan menerapkan strategi menyerang dalam pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno itu.

    Sebagai ujung tombak serangan, pemain naturalisasi asal Uruguay ini harus bisa membobol pertahanan ketat Filipina pada leg pertama berstatus tandang tersebut.

    "Sebagai pemain depan, saya akan bekerja keras seperti pemain lainnya," kata pemain yang biasa disapa El Loco ini seusai latihan ujicoba di lapangan Stadion Utama, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (15/12).

    Striker  Persib Bandung ini dalam tiga laga di babak penyisihan selalu menjadi andalan lini depan. Pemain berusia 34 tahun itu selalu menjadi starter berpasangan dengan pemain blasteran Belanda, Irfan Bachdim.

    Namun, El Loco menegaskan bahwa tanggung jawab mencetak gol dan memenangkan pertandingan ada pada semua pemain tim. "Yang main bukan hanya saya, tetapi tim,"kata pemain yang pernah memperkuat PSM Makassar dan Persik Kediri ini. Gonzales mengaku tidak berpikir tentang berapa akan mencetak gol. "Yang penting tim menang," tegasnya.

    Tim Filipina telah mempunyai pertahanan kuat. Ini terbukti ketika bermain tiga kali laga pada babak penyisihan, tim asuhan Simon McMenemy hanya kebobolan satu gol saat menghadapi Singapura yang berakhir imbang 1-1. Dua laga lain, the Azkals menang 2-0 atas juara bertahan Vietnam dan bermain imbang 0-0 melawan Burma.

    "Nanti kami akan melihat permainan tim lawan bersama-sama," kata Gonzales.

    RINA WIDIASTUTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.