Antisipasi KPSI, Puluhan Satgas Jaga Kantor PSSI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pendukung Persipura Jayapura melakukan aksi demo di kantor PSSI di Senayan, Jakarta, (8/12).  ANTARA /Fikri Adin

    Sejumlah pendukung Persipura Jayapura melakukan aksi demo di kantor PSSI di Senayan, Jakarta, (8/12). ANTARA /Fikri Adin

    TEMPO.CO, Jakarta - Puluhan anggota satuan tugas (satgas) pengamanan berjaga-jaga di kantor Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin, 2 Januari 2012. Penjagaan dilakukan sebagai antisipasi kedatangan anggota Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) yang berencana berkantor di PSSI.

    KPSI menyatakan akan berkantor di PSSI berdasarkan hasil rapat akbar pertengahan Desember tahun lalu. Rapat itu mencabut kewenangan kepengurusan Djohar Arifin Husin. Saat itu, 2/3 anggota PSSI menyatakan mosi tak percaya kepada Djohar cs dan menuntut Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menentukan pengganti Djohar.

    Tak hanya akan didatangi KPSI, kantor PSSI rencananya akan didatangi klub Pelita Jaya yang akan melaporkan nasib seorang pemain naturalisasinya, Diego Michiels. Pemain kelahiran Belanda itu memutus kontrak sepihak dengan klub. Pemain berusia 21 tahun itu disebut-sebut mundur setelah mendapat ancaman dari Ketua Komisi Disiplin PSSI sekaligus penanggungjawab tim nasional, Bernhard Limbong.

    PSSI juga menjadwalkan hari ini sebagai hari pertama aktif bekerja setelah cuti Natal dan tahun baru 2012.

    Pantauan di lokasi, puluhan Satgas berjaga di kantor PSSI dan beberapa sudut lain di sekitar kantor PSSI. Mereka mengenakan kaos hitam bergaris merah di lengan. Di belakangnya tertulis satgas dan di dada kiri berlogo PSSI.

    Sampai saat ini, belum satu pun anggota PSSI, KPSI, atau perwakilan Pelita Jaya yang mendatangi kantor.

    ARIE FIRDAUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Forbes: Ada Perempuan Indonesia yang Lebih Berpengaruh Daripada Sri Mulyani

    Berikut sosok sejumlah wanita Indonesia dalam daftar "The World's 100 Most Powerful Women 2020" versi Forbes. Salah satu perempuan itu Sri Mulyani.