Kalah 2-0, Timnas Akui Ada Lubang di Tengah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Nasional INdonesia, Andik Vermansyah terjatuh saat berebut bola dengan pemain Hyundai Mipo Dockyard PV (Korea Selatan) dalam laga persahabatan  di Stadion Utama Senayan, Jakarta, Jumat (10/2). TEMPO/Amston Probel

    Pemain Nasional INdonesia, Andik Vermansyah terjatuh saat berebut bola dengan pemain Hyundai Mipo Dockyard PV (Korea Selatan) dalam laga persahabatan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, Jumat (10/2). TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelatih tim nasional U-21, Widodo Cahyono Putro mengakui tim asuhannya masih lemah dalam transisi permainan.  Baik saat bertahan ke menyerang, atau sebaliknya sehingga peluang menciptakan gol tidak banyak saat mendapat kesempatan. Para pemain, menurut Widodo, masih terpaku melihat bola dan mengabaikan pergerakan pemain lawan.

     "Walhasil, saat bertahan ke menyerang ada lubang di tengah. Gelandang terlambat membantu. Selain itu, para pemain juga terlalu mudah ditekan lawan dan sering kehilangan posisi di lapangan," ujar Widodo seusai pertandingan di Gelora Bung Karno, Jumat malam, 10 Februari 2012.

    Meskipun kalah, Widodo bersyukur tim asuhannya mendapat lawan tangguh seperti Hyundai Mipo. Dengan pertandingan lawan Hyundai, terang Widodo, ia semakin menemukan kelemahan timnya. "Pertandingan bagus bagi Indonesia karena dari awal tim tidak pernah uji coba dengan tim kualitas di atasnya. Banyak yang harus dievaluasi, saya senang dengan perjuangan mereka," ujar dia.

    Pertandingan melawan tim asing yang digelar di stadion  dengan banyak penonton akan berdampak bagus kepada mental para pemain. Selama ini, kata mantan pelatih Persela Lamongan itu, pemainnya tidak terbiasa bermain di bawah tekanan penonton.

    Hal sama diungkapkan salah seorang pemain timnas U-21, Nurmufil Fastabiqul. Pertandingan melawan tim asal luar negeri, kata Fasta, memberi pengalaman berharga. "Maaf tidak bisa menang. Akan banyak evaluasi setalah pertandingan ini. Tadi saya pribadi awalnya sempat grogi," kata Fasta.

    Sementara itu, pelatih Hyundai, Cho Min Kook mengatakan, timnas U-21 memiliki kelemahan mendasar dalam teknik sepakbola seperti passing dan posisi. Timnas U-21, kata Cho, seharusnya bisa mengoptimalkan permainan pendek dari kaki ke kaki sehingga bisa mengoptimalkan potensi Andik Virmansyah.

    "Dibandingin dengan dulu, timnas Indonesia sekarang tidak memiliki dasar skil yang bagus. Saya menyayangkan itu," kata Cho.

    ARIE FIRDAUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.