Benitez Puas Antarkan Chelsea ke Semifinal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rafael Benitez. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

    Rafael Benitez. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

    TEMPO.CO, Moskow - Manajer sementara Chelsea, Rafael Benitez, mengaku puas atas  kesuksesan timnya melaju ke babak semifinal Liga Europa. Chelsea berhak meraih tiket semifinal meski menelan kekalahan 3-2 dari Rubin Kazan, dalam pertandingan leg kedua babak perempat final di Stadion Luzhniki, Kamis, 11 April 2013.

    “Saya sangat puas dengan kinerja para pemain. Dalam situasi seperti ini, lapangan yang sulit, beberapa pemain absen, dan banyak pemain belia, itu semua adalah pekerjaan profesional,” kata Benitez.

    Dua gol Chelsea dicetak oleh Fernando Torres pada menit ke-4 dan Victor Moses di menit 55. Sementara tiga gol Rubin dilesakkan oleh Ivan Marcano (51), Gokdeniz Karadeniz (62), dan tendangan penalti Bibras Natcho (75). Chelsea berhak lolos lewat keunggulan agregat 5-4.

    Meski mengaku puas, Benitez juga menyoroti performa anak asuhnya yang kurang maksimal dalam menggalang pertahanan. Rubin mampu menguasain jalannya pertandingan dengan penguasaan bola sebesar 63 persen. Klub asal Rusia itu juga mampu melepaskan 20 tembakan, tujuh diantaranya tepat ke arah gawang Petr Cech.

    “Seharusnya kami bisa melakukan yang lebih baik soal gol kedua Rubin,” ujar Benitez. “Kami membutuhkan gol cepat, dan Fernando berhasil mencetak gol. Saya senang dengan usaha tim, tapi kecewa karena mereka mampu tampil menekan. Kami bisa melakukan sedikit lebih baik di lini pertahanan.”

    SKY SPORTS | ANTONIUS WISHNU

    Berita terpopuler:
    Duel Spanyol-Jerman di Semifinal Liga Champions? 

    Beckham: Messi Pemain Terhebat di Dunia 

    PSSI Masih Kisruh, Menpora Minta Laporan Lengkap

    Peringkat Timnas Indonesia di FIFA Terus Merosot

    Kalah dari Rubin, Chelsea Tetap ke Semifinal


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.