Barnes: Jangan Salahkan Moyes kalau MU Menurun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalam pernyataannya, David Moyes mengaku sangat bangga bisa bergabung dengan Manchester United. Ia juga berterima kasih kepada Alex Ferguson yang telah memilih dirinya sebagai pelatih baru tim setan merah itu. AP/Jon Super

    Dalam pernyataannya, David Moyes mengaku sangat bangga bisa bergabung dengan Manchester United. Ia juga berterima kasih kepada Alex Ferguson yang telah memilih dirinya sebagai pelatih baru tim setan merah itu. AP/Jon Super

    TEMPO.CO, Liverpool - Legenda Liverpool John Barnes telah memperingatkan pemain-pemain Manchester United harus siap disalahkan--bukan manajer baru David Moyes--jika mereka tergelincir dalam siklus penurunan sepeninggal Sir Alex Ferguson.

    Mantan pemain The Reds itu takut penggemar United akan marah jika Moyes tidak berhasil menyamai keberhasilan pendahulunya kemudian menyalahkan manajer baru. Menurut Barnes, yang seharusnya disalahkan adalah pemain.

    Barnes mengatakan pensiunnya Sir Alex tidak selalu menjadi hari yang bagus bagi semua orang. Namun bukan berarti ketiadaan Fergie adalah sebab anjloknya United kelak--kalau  United bena-benar mengalami penurunan di kemudian hari. "Jika Anda percaya pada integritas sepak bola, tidak ada alasan bagi Manchester United untuk tidak melanjutkan kesukesesan yang sama, tapi saya pikir itu akan menjadi ujian bagi mereka," kata Barnes seperti ditulis Mirror, Jumat, 10 Mei 2013.

    "Manajer baru yang datang akan memiliki kemampuan dan kualitas untuk melakukan yang apa yang telah dilakukan Sir Alex Ferguson, karena United adalah tim yang bagus dan mampu menarik pemain top," tambah pria yang masuk 11 pemain terbaik di Inggris Raya itu. Namun Barnes menganjurkan para penggemar United agar tekanan mereka mesti ditujukan kepada para pemain. Karena nyatanya sering penggemar menimpakan kesalahan pada manajer, dan pemain luput dari pengamatan penggemar.

    "Dalam sepak bola modern, manajer menanggung sesuatu beban yang negatif, sehingga kemudian Anda harus mempertanyakan pemain, apakah mereka telah melakukan apa yang telah mereka lakukan karena manajer atau karena diri mereka sendiri," lanjut Barnes. Pria yang kini berusia 48 tahun itu merupakan bagian kesuksesan Liverpool di era 1980-an sekaligus kemundurannya sepeninggal manajer Kenny Dalglish pada 1991.

    "Ini terjadi di mana-mana, bukan hanya di Liverpool. Ketika manajer baru datang, mereka bukanlah manajer yang buruk. Ketika Anda datang ke klub besar Anda akan diberi kesempatan," kata Barnes lagi. "Aku pernah melalui ini sedikit ketika Graeme Souness datang dan kami mengakui bahwa dia tidak menjanjikan kepopuleran pada penggemar."

    Barnes menegaskan, jika sebuah klub mengalamai kekalahan, penggemar akan segera mencari kambing hitamnya. Dan selalu yang dikorbankan adalah sang manajer. Barnes tidak ingin itu terjadi pada David Moyes, manajer baru Manchester United.  

    MIRROR | KHAIRUL ANAM

    Baca juga:
    Di Akun Twitter, Rooney Bukan Lagi Pemain MU

    Moyes Resmi Gantikan Ferguson di MU 

    Moyes Bangga Ditunjuk Jadi Pengganti Ferguson

    Lampard Sebut Ferguson Manajer Luar Biasa

    Moyes Tinggalkan Everton di Akhir Musim

    Misi Pertama Pengganti Ferguson

    FC Barcelona Luncurkan Situs Bahasa Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.