Revolusi Sunderland a la Di Canio

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paolo Di Canio. telegraph.co.uk

    Paolo Di Canio. telegraph.co.uk

    TEMPO.CO, Sunderland - Paolo Di Canio buru-buru mengakhiri bulan madunya di Sunderland. Selamat dari degradasi, dia harus memperkuat The Black Cats untuk musim 2013-2014 yang dimulai Agustus nanti.

    Mantan bintang West Ham United ini mengatakan butuh enam sampai tujuh pemain baru. Dia sudah mendapatkan Valentin Roberge dari Maritimo, Modibo Diakite dari Lazio, Cabral dari Basel, dan El Hadji Ba dari Le Havre. Semuanya sonder biaya transfer. Di Canio juga membidik bek Lazio Luis Pedro Cavanda dan gelandang Inter Milan Joel Obi.

    Nama-nama itu mengundang protes. Sebab, dari tujuh nama tidak ada satu pun pemain Inggris. Kebanyakan merupakan anak muda Afrika dengan paspor Perancis. Terlebih, Di Canio baru melepas duo palang pintu Inggris, Titus Bramble dan Matt Kilgalon. Dia juga memasukkan bek Skotlandia, Phil Bardsley, dalam daftar jual.

    "Kebijakan seperti ini berdampak buruk bagi sepak bola Inggris," ujar Pop Robson, Kamis, 13 Juni 2013. Pria 67 tahun ini merupakan kepala pemandu bakat Sunderland, sebelum rezim Di Canio memecatnya--serta seluruh scout--April lalu.

    Menurut Robson, membanjirnya pemain asing membuat pemain lokal tersingkir. "Padahal kami telah mengeluarkan banyak uang untuk akademi," katanya.

    Hanya terdapat tujuh pemain Inggris di tim utama Sunderland yang beranggotakan berisi 24 orang. Diantaranya adalah Kapten Lee Cattermole dan sayap Adam Johnson. Sisanya datang dari berbagai sudut dunia, termasuk Stephane Sessegnon dari Benin, Adilson Cabral dari Cape Verde, dan Ahmed El Mohamady dari Mesir.

    Robson memahami minimnya bujet klub yang cuma menempati posisi 17 Liga Primer Inggris itu. Namun, dia melanjutkan, klub memiliki pilihan membeli pemain muda berbakat yang harganya murah.

    Di Canio--yang memiliki tato West Ham dan wajah Benito Mussolini--cuek bebek. Dia ingin merevolusi The Black Cats yang, menurutnya, penuh pemain arogan dan tidak pedulian. Dia menyinggung Bardsley yang kedapatan teler di tempat judi. "Kami butuh pemain yang paham etika," katanya.

    DAILY STAR | GUARDIAN | REZA MAULANA



    Terhangat:

    Mucikari SMP | Taufiq Kiemas | Rusuh KJRI Jeddah

    Baca juga:
    Barca Tawar Torres Rp 263 miliar

    MU Berharap Bale ke Real Madrid

    Messi Dituding Menggelapkan Pajak Rp 52 Miliar

    PSG Bidik Andre Villas-Boas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.