EKSKLUSIF: Atur Skor, Siapa Saja yang Harus Disogok untuk Menang?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi taruhan bola / judi bola. garbagesound.com

    Ilustrasi taruhan bola / judi bola. garbagesound.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan makelar bandar judi bola liga Indonesia, Bambang Suryo, akhirnya mau buka-bukaan soal bobroknya Liga Indonesia. Menurut Bambang, seorang bandar judi bisa menggelontorkaan sampai Rp 500 juta untuk mengatur pertandingan.

    Bambang menuturkan untuk mengamankan satu pertandingan tidak perlu seluruh pemain dan manajemen tim disuap. "Maksimal lima orang dalam satu tim," kata Bambang kepada Tempo dalam beberapa kali kesempatan. (Baca: EKSKLUSIF: Siapa BS, Si Perantara Judi Bola)

    Lelaki kelahiran Surabaya ini menuturkan biasanya posisi pemain belakang, kiper, dan gelandang tengah adalah yang sudah dikondisikan oleh para bandar. Barulah wasit dan manajemen tim, utamanya pelatih.

    Menurut Bambang, para bandar menggunakan istilah kuda pengungkit untuk menyebut pemain yang sudah dikondisikan. Dalam beberapa kesempatan wawancara Bambang juga menyebut beberapa nama pemain dan wasit yang sudah terkenal bisa disuap. "Nanti ada waktunya dibuka," ujarnya.

    Baca:

    EKSKLUSIF: Alasan BS Buka-bukaan Soal Mafia Judi Bola

    Siapa Nasiruddin, WNI Pengatur Skor SEA Games?

    Bambang mengatakan sudah puluhan tahun malang melintang dalam dunia judi bola ini. Makanya, ia tahu banyak siapa saja orang yang bermain di dalam jaringan judi bola tersebut.

    Cerita Bambang dikuatkan oleh dua pelatih tim sepak bola yang pernah berkiprah di kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia. Agus Yuwono, mantan pelatih Persidafon Dafonsoro; dan Gunawan, eks pelatih Persipur Purwodadi, kompak mengatakan pengaturan skor benar-benar terjadi di kompetisi sepak bola Indonesia.

    Agus menjelaskan, ia pertama kali diminta mengalah kepada lawan saat menangani Persidafon pada musim 2012. Sehari sebelum timnya menghadapi Persiwa Wamena, kata Agus, dia didatangi seseorang yang memintanya menyerah. "Saya ditawari uang Rp 150 juta agar menyerah dengan skor 3 -0 atau 3-1," kata pertengahan Juni 2015. Ia menolak. Rupanya si bandar mendekati manajemen tim lain sehingga timnya kalah.

    TIM MAJALAH TEMPO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.