Ini Dia Detik Detik Gagalnya Kepindahan De Gea ke Madrid

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiper Manchester United: David de Gea, gagal menghentikan boal tendangan pemain MK Dons pada pertandingan Piala Liga di Stadion MK, Milton Keynes (27/8). John Peters/Man Utd via Getty Images

    Kiper Manchester United: David de Gea, gagal menghentikan boal tendangan pemain MK Dons pada pertandingan Piala Liga di Stadion MK, Milton Keynes (27/8). John Peters/Man Utd via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta -Penjaga gawang Manchester United (MU) David de Gea gagal bergabung bersama dengan Real Madrid gara-gara terlambat 28 menit memasukkan dokumen jelang penutupan bursa transfer musim panas 2015.

    Pengelola La Liga (LFP) mengonfirmasikan bahwa dokumen yang berkaitan dengan kepindahan De Gea ternyata belum diserahkan, sementara media-media Eropa telah ramai menulis bahwa terjadi kesepakatan antara Manchester United dengan Real Madrid soal De Gea.

    Los Blancos sepakat memberi mahar sebesar 29 juta poundsterling kepada manajemen Iblis Merah untuk memboyong De Gea. Hanya saja terjadi keterlambatan menyerahkan dokumen transfer De Gea kepada LFP, sebagaimana dikutip dari laman Sky Sports.

    Pengamat sepak bola Spanyol Guillem Balague berkata kepada Sky Sports, "La Liga mengonfirmasikan bahwa dokumen tidak mereka terima sampai batas waktu yang ditentukan, karena itu proses transfer pemain gagal."

    "Segala sesuatunya telah terjadi dan setiap orang telah menanti. David de Gea kini berada di rumah kekasihnya yang berada di Madrid. (Presiden Real Madrid) Florentino Perez kini berada di Santiago Bernabeu."

    "Informasi yang beredar bahwa dokumen tidak segera dikembalikan dari Manchester United pada waktunya. Sehingga transfer tidak terlaksana."

    "Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi. Tiga tahun lalu, Fabio Coentrao tidak jadi bergabung ke Manchester United dengan alasan yang sama."  

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.