Senin, 19 November 2018

Hanif Thamrin Orang Indonesia yang Ngetop di Manchester City  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hanif Thamrin

    Hanif Thamrin

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah kesuksesan tak pernah lepas dari rangkaian kegagalan pada mulanya. Kisah Hanif Thamrin sebagai satu-satunya orang Indonesia yang bekerja di Manchester City juga tak berjalan mulus dalam prosesnya. Siapa sangka jika untuk sampai di posisinya saat ini, Hanif sempat melakukan berbagai pekerjaan kasar. Tak cukup itu, dia menerima ratusan surat penolakan lamaran pekerjaan. Hal ini diketahui dari buku Pemburu di Manchester Biru.

    Dalam buku pertama yang ditulisnya itu, Hanif mengulas tentang perjuangannya sebelum menjabat International Content Producer di Manchester City Football Club. Menggunakan sudut pandang orang pertama, dia menceritakan sulitnya melamar pekerjaan di bidang pemberitaan. Padahal, dia memiliki pengalaman bekerja di tiga stasiun televisi Nasional.

    “Di Inggirs, Anda harus memulai karier dari posisi magang, tidak peduli apakah Anda S1 atau S2, kecuali jika Anda anak milyuner atau pejabat pemerintah,” tulis Hanif dalam salah satu babnya.

    Rupanya tak segampang seperti melamar pekerjaan di Indonesia. Menjadi tukang cuci mobil, kuli angkut, door to door sales, pelayan restoran, dan kasir, bukan hal baru baginya. Hal ini dilakukan hanya agar dapat bertahan hidup dan melanjutkan pendidikan di salah satu kota termahal di dunia itu.

    "Setiap malam melamar pekerjaan dan mengumpulkan surat penolakan. Saya mengumpulkan sampai ada 100 surat penolakan hingga saya bertemu dan bekerja di BBC," tuturnya saat bedah buku Pemburu di Manchester Biru, di Festival Pembaca Indonesia 2016.

    Kesempatan magang di BBC membuka kesempatan lain yakni menjadi jurnalis di Manchester City Football Club. Meliput Manuel Pellegrini dalam konferensi pers, melaporkan laga kelas dunia di Etihad Stadium yang megah, mewawancarai Les Chapman, membuat video dengan Kelechi Iheanacho untuk fans Indonesia, merupakan beberapa pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.

    Masa-masa awal bekerja di Manchester City Football Club juga tak mudah. Karakter orang Inggris yang butuh waktu untuk terbuka dan menjadi dekat dengan orang lain, membuat dia tidak mudah untuk diterima di lingkungan pekerjaan. Melalui bukunya ini, Hanif mengajarkan tentang usaha tanpa akhir dan selalu menyalakan semangat pada diri sendiri.

    “Awalnya saya tidak terpikir menuliskan kisah ini, hingga saya bertemu penerbit pada Oktober 2015. Selanjutnya saya memasukan naskah pada Februari 2016,” tuturnya.

    Nilai-nilai ini yang tersirat dalam buku ini juga akan disampaikan melalui film yang diadaptasi dari buku Pemburu di Manchester Biru. Film yang rencananya tayang pada Agustus 2017 melibatkan produser Reza Hidayat, sutradara Rako Prijanto, dan penulis skenario Joko Anwar. Adapun, bintang utama dalam film ini masih akan dirahasiakan hingga hari penayangan.

    “Saya ingin menunjukkan tentang menjadi profesional di klub sepakbola ternama di dunia. Tak hanya pemain atau manajernya,” imbuhnya.

    Judul Buku: Pemburu di Manchester Biru
    Penulis: Hanif Thamrin
    Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
    Tebal: 152 halaman
    Cetakan: Pertama, Juli 2016
    ISBN: 978-602-03-2683-2

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Agar Merpati Kembali Mengangkasa

    Sebelum PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) berpotensi kembali beroperasi, berikut sejumlah syarat agar Merpati Airlines dapat kembali ke angkasa.