Lawan USU di Piala Indonesia, Sriwijaya FC Daftarkan 19 Pemain

Reporter:
Editor:

Hari Prasetyo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sriwijaya FC. (liga-indonesia.id)

    Sriwijaya FC. (liga-indonesia.id)

    TEMPO.CO, Palembang--Klub Sriwijaya FC mulai bangkit setelah ditinggal pergi sebagian pemainnya sejak beberapa pekan yang lalu. Kebangkitan itu penting untuk bisa mengalahkan lawan-lawannya dalam ajang Piala Indonesia. Rizal Darmawan, sekretaris tim Sriwijaya FC, mengatakan hal itu, Selasa, 29 Januari 2019. Mereka telah mendaftarkan 19 orang pemain kepada panitia Piala Indonesia.

    Ada  dua pemain senior Sriwijaya yang telah didaftarkan, yaitu Bobby Satria dan TA. Musyafri. Selain itu pihaknya berhasil mendaftarkan pemain lama seperti Rizky Dwi Ramdani, Ahmad Faris, Dikri, Yusro Afafa, Beri Rahmada, dan M. Rafif Putra. Selain itu pasukan pelatih Hartono Ruslan akan diperkuat pemain eks PON seperti Juanda Priatna, Yogi Novrian, Jufrianto, Andes Adinata, Fathoni Ahmad, Adi Septiawan, Reza Airlangga, Deni kristiawan, Untung, Rizal Zuliandri dan Zico Sukmana.

    Sedangkan trio legendaris Sriwijaya FC, Wijay, Ambrizal, dan  Mahyadi Pangabean batal memperkuat Sriwijaya FC menjalani 32 besar Piala Indonesia melawan Keluarga USU Medan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Rabu sore, 30 Januari 2019. Hal itu disebabkan ketiganya masih terikat kontrak dengan panitia Alex Noerdin Cup 2019.

    Wijay, salah seorang pendatang baru di klub Sriwijaya FC, mengatakan dia akan akan segera bergabung dengan skuad bentukan Hartono Ruslan setelah usai memperkuat All Start Indonesia dalam ajang Alex Noerdin Cup di Lubuklinggau dan Musi Rawas. Menurutnya secara fisik dia tidak memiliki kendala yang berarti karena tetap menjaga kebugaran tubuhnya meskipun sedang tidak bermain. "Saya di Medan itu tetap main dan jaga kebugaran," ujarnya.

    PARLIZA HENDRAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.