Man City Vs Man United: Begini Komentar Ole Gunnar Solskjaer

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer dan beberapa pemain di akhir laga Liga Eropa melawan Astana di Nur-Sultan, Kazakhstan, 28 November 2019. Tim Setan Merah terpaksa takluk 1-2 di tangan FC Astana, klub Kazakhstan, dalam lanjutan Liga Europa pekan kelima. REUTERS/Pavel Mikheyev

    Ekspresi pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer dan beberapa pemain di akhir laga Liga Eropa melawan Astana di Nur-Sultan, Kazakhstan, 28 November 2019. Tim Setan Merah terpaksa takluk 1-2 di tangan FC Astana, klub Kazakhstan, dalam lanjutan Liga Europa pekan kelima. REUTERS/Pavel Mikheyev

    TEMPO.CO, Jakarta - Ole Gunnar Solskjaer mengatakan Manchester United tetap  sebuah klub yang lebih besar dibandingkan Manchester City meski rival mereka lebih kompetitif dalam beberapa tahun terakhir.

    Pernyataan itu ia sampaikan jelang laga derby di Stadion Etihad, Ahad dini hari, 8 Desember 2019 waktu Indonesia antara Manchester City versus Manchester United. Sejauh ini derby keduanya sudah memasuki edisi ke-179. Nasib keduanya berbeda saat ini. United tertinggal 11 poin di belakang juara bertahan City.

    Lebih jauh lagi, The Citizen lebih mendominasi Liga Inggris sejak pensiunnya, Sir Alex Ferguson pada 2013. Sejak saat itu, City sudah tiga kali menjuarai gelar liga Inggris.

    Namun, saat ditanya apakah United masih menjadi klub yang lebih besar dibandingkan City, Solskjaer tanpa ragu menjawab "Ya."

    Solskjaer bergabung dengan United sebagai pemain berbulan-bulan setelah City turun kasta dari Liga Premier Inggris pada 1996, dengan The Citizen baru bisa kembali ke papan atas pada 2000 setelah turun hingga ke divisi tiga Inggris. Itu berarti, Solskjaer harus menunggu lima tahun untuk merasakan derby Manchester pertamanya pada April 2001.

    "Setidaknya kami bermain setiap tahun sekarang. Butuh bertahun-tahun sebelum saya bermain di derby Manchester," kata Solskjaer. "Namun, itu sudah berubah. Tentu saja Man City adalah tim yang lebih baik sekarang dibandingkan saat saya hadapi dulu."

    Solskjaer kurang setuju bila kejayaan City saat ini karena besarnya dana yang dihabiskan untuk membeli pemain di bursa transfer. "Saya tidak setuju," katanya. "Apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda akan menyerah dan tidak menantang mereka? Itulah yang harus kami kembalikan."

    Solskjaer tahu United perlu membangun kembali dan mengubah kultur tim menjadi lebih solid dan lapar akan gelar. Selain itu, pemain tidak menuruti ego masing-masing. Pelatih asal Norwegia tersebut yakin United memiliki kekuatan dan pengetahuan untuk melakukan itu, meski masih ada masalah lain yang lebih sulit untuk dipecahkan.

    Disinggung tentang peluang Paul Pogba bertahan di Old Trafford, Solskjaer menjawab diplomatis. "Tentu saja Paul akan bermain ketika ia mendapatkan kembali kebugarannya," kata Solskjaer.

    Ia menilai Pogba merupakan salah satu pemain terbaik. Manajer akan memberi kesempatan bermain kepada gelandang asal Prancis itu bila sudah tiba waktunya. "Itu tergantung pada pertandingan mana ia kembali bermain dan saya ingin mengembalikan Paul ke tempat yang sepantasnya seperti setahun lalu," Solskjaer.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?