Polisi Kewalahan Redam Emosi Pengantre Tiket

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang calon penonton pingsan saat antri tiket katagori III leg ke 2 pertandingan final AFF sepak bola antara Indonesia melawan Malaysia di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (26/12). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Seorang calon penonton pingsan saat antri tiket katagori III leg ke 2 pertandingan final AFF sepak bola antara Indonesia melawan Malaysia di Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (26/12). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Aparat kepolisian yang berjaga di areal Kompleks Gelora Bung Karno, Ahad (26/12), kewalahan meredam aksi ribuan calon penonton yang hendak membeli tiket final Piala AFF 2010 tanggal 29 Desember nanti.

    Ratusan polisi tak mampu mengatasi emosi para pengantre tiket yang sudah menunggu mendapatkan tiket sejak pagi tadi. Kericuhan yang berbuntut jebolnya pintu masuk Stadion Utama Gelora Bung Karno membuat petugas keamanan bekerja ekstra keras untuk mencegah agar tidak terjadi kerusuhan yang lebih besar.

    Kepolisian Sektor Tanah Abang yang memegang wilayah Kompleks Gelora Bung Karno telah menerjunkan seluruh kekuatannya sejak tadi malam untuk menjaga areal GBK. "Sudah diterjunkan 50 personel dari Polsek Tanah Abang sini," kata seorang petugas kepolisian kepada Tempo.

    Kepolisian Resor Jakarta Pusat juga telah menerjunkan personelnya untuk membantu mengamankan. "Kami juga dibantu petugas dari Polsek-Polsek lain di wilayah Jakarta Pusat seperti dari Polsek Cempaka Putih dan Johar Baru," ujarnya.

    Dia menambahkan kapolres dan kapolsek juga sudah berada di areal stadion sejak sebelum terjadi kericuhan siang tadi.

    BASUKI RAHMAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.