Fiorentina Dapatkan Bek Timnas Argentina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemain Argentina Agustin Orion, Marcos Rojo, Martin Demichelis, Jose Basanta, Ricardo Alvarez, Hugo Campagnaro dan Enzo Perez, melihat penggemarnya dari dalam bus saat tiba di Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) di Buenos Aires (14/7).  REUTERS/Agustin Marcarian

    Pemain Argentina Agustin Orion, Marcos Rojo, Martin Demichelis, Jose Basanta, Ricardo Alvarez, Hugo Campagnaro dan Enzo Perez, melihat penggemarnya dari dalam bus saat tiba di Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) di Buenos Aires (14/7). REUTERS/Agustin Marcarian

    TEMPO.CO, Florence - Fiorentina mengkonfirmasikan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan dengan Monterrey perihal transfer Jose Maria Basanta. Fiorentina mengikat pemain internasional Argentina itu dengan kontrak berdurasi dua tahun.

    La Viola telah melakukan negosiasi dengan pemain 30 tahun itu sejak Piala Dunia 2014 bergulir. Tim asuhan Vincenzo Montella itu akhirnya mencapai kesepakatan personal dengan Basanta pada beberapa hari terakhir.

    “Fiorentina mengumumkan telah mencapai kesepakatan untuk pembelian Basanta. Pemain telah menjalani tes medis dan penandatanganan kontrak,” bunyi pernyataan klub seperti dilansir Football Italia, Jumat, 25 Juli 2014.

    Basanta jadi pemain kelima yang didatangkan Fiorentina pada bursa transfer musim panas ini. Sebelumnya, La Viola telah mendatangkan Joshua Brillante, Ciprian Tatarusanu, Octavio, dan Steve Leo Beleck. Fiorentina dikabarkan mengeluarkan dana 2,29 juta pound sterling (sekitar Rp 45 miliar) untuk memboyong Basanta.

    FOOTBALL ITALIA | ANTONIUS WISHNU

    Baca juga:
    Louis van Gaal Temukan Faktor Kegagalan MU
    Iker Casillas Kian Dekat Menuju Arsenal
    Mourinho: Cech dan Courtois Tidak Dijual
    MU Hajar LA Galaxy 7-0


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.