Senin, 10 Desember 2018

Faktor Kelelahan Tak Halangi Bali United Untuk Bungkam Thanh Hoa

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesepak bola Bali United, Demerson Bruno Costa (tengah), meluapkan kegembiraannya setelah berhasil membobol gawang FLC Thanh Hoa, Vietnam dalam pertandingan Grup G Piala AFC 2018 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, 7 Maret 2018. Bali United menang 3-1. ANTARA/Nyoman Budhiana

    Pesepak bola Bali United, Demerson Bruno Costa (tengah), meluapkan kegembiraannya setelah berhasil membobol gawang FLC Thanh Hoa, Vietnam dalam pertandingan Grup G Piala AFC 2018 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, 7 Maret 2018. Bali United menang 3-1. ANTARA/Nyoman Budhiana

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapten tim Bali United, Fadil Sausu, menilai faktor kelelahan tak akan menghalangi timnya untuk membungkam tuan rumah Thanh Hoa pada laga keempat Piala AFC Selasa malam, 13 Maret 2018. Menurut dia, perjalanan jauh yang telah tim itu tempuh justru menjadi motivasi lebih untuk meraih kemenangan.

    "Kami datang jauh-jauh ke Hanoi dari Bali pastinya sangat melelahkan. Tapi hal tersebut bukan jadi halangan buat kami untuk tampil habis-habisan besok," ujar Fadil, seperti dilansir laman resmi Bali United.

    "Justru hal tersebut membuat kami semakin termotivasi memberikan yang terbaik untuk Bali United. Kemenangan pada pertandingan sebelumnya akan menjadi modal kami menghadapi pertandingan besok," ucap gelandang senior timnas Indonesia tersebut.

    Berkaca pada pertemuan pertama di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Fadil menyatakan pihaknya tak akan memberikan perhatian khusus kepada satu atau dua pemain lawan. Menurut dia, Thanh Hoa bermain sangat baik sebagai tim.

    "Berkaca dari pertemuan sebelumnya di Bali, saya melihat semua pemain Thanh Hoa bermain cukup disiplin. Jadi kami tidak akan mewaspadai satu atau dua orang pemain saja," ujar Fadil.

    Bali United kini berada di posisi kedua Grup G Piala AFC dengan 4 poin dari tiga laga. Tim ini harus memenangi laga melawan Thanh Hoa untuk membuka peluang lolos ke babak berikutnya. Pasalnya, hanya tujuh tim runner-up yang akan lolos ke babak berikutnya dari sembilan grup yang ada.


     

     

    Lihat Juga

     


    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.