Menpora Pasok Atribut untuk Laga di Malaysia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Andi Mallarangeng. TEMPO/Nurdiansah

    Andi Mallarangeng. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO Interaktif, Jakarta - Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga memasok atribut untuk suporter Indonesia di laga pertama Final AFF melawan Malaysia di Stadion Bukit Jalil, Ahad (26/12).

    "Karena masyarakat kita di sana kesulitan mendapat atribut," ujar Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng kepada Tempo, Rabu (21/12).

    Padahal, dia melanjutkan, atribut Merah-Putih penting untuk memompa semangat Garuda di laga tandang. "Suasana akan berbeda kalau penonton kita membawa atribut," ujarnya.

    Kementerian menyediakan syal dan ikat kepala Merah-Putih lewat Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur. Andi tidak mengetahui jumlahnya. Namun Forum Internet Kaskus menyebut atribut yang disediakan tidak kurang dari dua ribu potong. Diskusi yang berlangsung di forum tersebut memang menyatakan kesulitan warga Indonesia di Malaysia untuk memperoleh pernak-pernik suporter Indonesia.

    Andi mengatakan petugas akan membagikan atribut kepada penonton yang membeli tiket di Kantor KBRI Kuala Lumpur. "Kami akan bagikan gratis," katanya.

    Di Malaysia, loket tiket mulai dibuka besok pukul 10 waktu setempat. Suporter Indonesia kebagian jatah 15 ribu lembar.

    Andi mengatakan atribut cuma-cuma itu tidak bakal mencukupi antusiasme pecinta sepak bola Indonesia di Negeri Jiran, yang semata dari jumlah Tenaga Kerja Indonesia, mencapai dua juta orang. "Kalau saja ada pedagang Tanah Abang yang mau berjualan di sana, pasti laku keras," katanya, tersenyum.

    Andi akan menghadiri partai puncak turnamen sepak bola Asia Tenggara tersebut. Dia dijadwalkan tiba sehari sebelum pertandingan untuk menjamin Firman Utina dkk mendapat pelayanan terbaik. "Juga untuk memastikan keamanan penonton kita di Malaysia," katanya.

    Meski tidak dapat menyebut nama, Andi mengatakan banyak pejabat negara dan daerah yang akan hadir. "Karena pertandingan berlangsung di hari libur, makin banyak dukungan akan makin bagus," katanya. Namun Presiden Yudhoyono dipastikan tidak datang.

    REZA M


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.